Konser BTS di GBK 26-27 Desember 2026, Hotel Sekitar Sudah Penuh

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:51:02 WIB
Kamar hotel di kawasan GBK terlihat penuh terpesan menjelang konser BTS pada 26-27 Desember 2026.

SUMATERA BARAT — Konser BTS bertajuk ARIRANG di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 26-27 Desember 2026 mendorong permintaan kamar hotel di kawasan Senayan jauh sebelum hari acara. Artotel Group menyebut kamar hotelnya di area GBK sudah habis terpesan, dengan tarif libur akhir tahun naik 5-7 persen dari tahun lalu. Bagi traveler luar kota yang berencana menonton, pemesanan kamar kini jadi prioritas sebelum tiket dan transportasi.

Artotel Group menyiapkan strategi menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027, dan konser BTS menjadi salah satu penggerak utama permintaan kamar di Jakarta. Eduard Rudolf Pangkerego, COO Artotel Group, menyebut periode Nataru sebagai momentum memaksimalkan tingkat hunian.

Kamar di Sekitar GBK Sudah Habis Dipesan

Dampak konser terhadap okupansi hotel tidak berlangsung sehari. Eduard menjelaskan, kru produksi, tim logistik, dan penyelenggara biasanya datang lebih awal untuk mengecek lokasi dan mengurus perizinan.

"Sebetulnya dampaknya bukan cuma satu hari. Mereka punya tim yang datang lebih dulu untuk mengecek lokasi, menyiapkan logistik, mengurus perizinan, dan sebagainya. Plus-minus tujuh hari," jelasnya.

Untuk konser BTS di GBK, permintaan kamar di kawasan Senayan melonjak. "Hotel kita (Artotel GBK) sudah penuh tuh, kamarnya sudah penuh," ujar Eduard.

Tarif Kamar Nataru Naik 5-7 Persen

Artotel Group menaikkan rata-rata tarif kamar (ARR) sekitar 5-7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. "Kita naikkan sekitar 5-7% dari tahun lalu. Kita tidak berani sampai 10%," ujar Eduard.

Perusahaan tetap memakai mekanisme dynamic pricing, tetapi menegaskan tidak akan menaikkan harga secara berlebihan saat kamar hampir penuh. "Kita sudah menerapkan dynamic rate. Saat kamar hampir penuh, kita menggunakan tarif yang sesuai. Tapi kita tidak mau memanfaatkan situasi dengan tiba-tiba menjual kamar Rp 8 juta atau Rp 10 juta," ujarnya.

Okupansi Masih Sulit Diprediksi

Meski optimistis, Eduard mengakui gambaran tingkat okupansi Nataru belum terlihat pasti. Karakteristik pemesanan menjelang akhir tahun didominasi transaksi last minute booking, sehingga perusahaan masih mencermati perkembangan permintaan.

Pelaku industri perhotelan berharap kebijakan cuti bersama dan kemungkinan pengaturan kerja fleksibel, termasuk work from home, memperpanjang waktu liburan masyarakat. "Kita harap orang lagi stres juga liburan, orang lagi happy juga liburan. Kalau hotel itu, ya sudah, kita ambil sisi positifnya. Mudah-mudahan dengan cuti bersama dan tambahan WFH, semuanya bisa menjadi puncak bisnis hotel," katanya.

Dampak Ekonomi Acara Besar

Eduard memperkirakan acara besar berpotensi memberi tambahan dampak sekitar 10 persen terhadap bisnis hotel, bergantung pada karakteristik acara dan kondisi pasar. Hotel di sekitar stadion atau lokasi konser paling diuntungkan karena kebutuhan kamar penonton maupun pihak penyelenggara.

Bagi traveler yang hendak menonton BTS di Jakarta, memesan kamar jauh hari menjadi langkah paling aman. Pilihan akomodasi di sekitar Senayan, Kuningan, dan Sudirman bisa menjadi pertimbangan karena akses ke GBK relatif dekat. Informasi ketersediaan kamar dan tarif terkini sebaiknya dikonfirmasi langsung ke masing-masing hotel.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top