PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau menetapkan status siaga hujan lebat untuk Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Pasaman, Kabupaten Solok, Sijunjung, dan wilayah sekitarnya. Status waspada hujan sedang hingga lebat berlaku di 15 kabupaten/kota lain, termasuk Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Sawahlunto, Kota Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, dan sekitarnya.
Prakiraan cuaca diperbarui pukul 09.10 WIB. Suhu udara di Sumbar berkisar 19–31 derajat Celsius dengan kelembapan 65–98 persen. Angin bertiup dari tenggara hingga barat pada kecepatan 4–22 kilometer per jam.
Pada pagi hari, cuaca diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan di Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Padang Panjang, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, dan Payakumbuh. Hujan sedang hingga lebat pada pagi hari berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai dan Tanah Datar.
Memasuki siang hingga sore, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Sijunjung. Pada malam hari, potensi serupa berlanjut di Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya.
Dini hari nanti, hujan ringan diprakirakan turun di Tanah Datar, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Kota Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya. Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Pesisir Selatan.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah berpotensi hujan lebat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca. Risiko utama yang perlu diantisipasi adalah genangan air, banjir, dan tanah longsor, khususnya di daerah rawan bencana.
Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok masuk kategori paling konsisten disebut dalam prakiraan hujan sedang hingga lebat sejak siang, malam, hingga dini hari. Warga di dua wilayah itu disarankan memantau kondisi sungai dan lereng perbukitan di sekitar permukiman.
Peringatan dini BMKG Minangkabau diperbarui secara berkala. Masyarakat dapat memantau perubahan status siaga dan waspada melalui kanal resmi BMKG sebelum beraktivitas di luar ruang.