PASAMAN — Kepala Dinas Parporabud Kabupaten Pasaman Ahdi Susanto bertemu Kepala KPHL Pasaman Terra Dharma untuk membahas pengelolaan destinasi secara terpadu. Pertemuan menyepakati bahwa pengembangan wisata tidak bertumpu pada satu objek saja, tetapi memadukan atraksi, produk ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat setempat.
Ahdi menilai penguatan kelembagaan menjadi syarat agar potensi pariwisata daerah bisa dioptimalkan. Kerja sama lintas sektor dengan pengelola kawasan hutan ditempatkan sebagai pintu masuk utama.
Pembahasan kedua instansi menyoroti kelemahan model pengelolaan yang bergantung pada satu objek wisata. Integrasi atraksi dengan produk UMKM dinilai lebih tahan terhadap fluktuasi kunjungan.
Sejumlah gagasan teknis muncul dalam koordinasi itu, mulai dari survei pasar, mitigasi risiko, hingga pelatihan penulisan konten bagi pelaku wisata. Pelatihan konten diarahkan agar promosi destinasi tidak lagi bergantung pada akun pemerintah daerah saja.
Promosi menjadi salah satu fokus kesepakatan. Parporabud dan KPHL Pasaman berencana menyediakan etalase ekonomi kreatif bagi pelaku UMKM di kawasan wisata.
Keduanya juga akan memproduksi video promosi bersama konten kreator untuk menjangkau khalayak lebih luas. Langkah ini ditempuh agar jangkauan promosi tidak terbatas pada kanal resmi pemerintah.
Sinergi pariwisata dan kelestarian lingkungan menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan program. Kawasan hutan lindung yang dikelola KPHL diposisikan sebagai bagian dari daya tarik, bukan sekadar area terlarang bagi pengunjung.
Kabupaten Pasaman menargetkan pertumbuhan pariwisata yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan melalui kemitraan berkelanjutan ini. Dampak yang dibidik bukan hanya kenaikan kunjungan, tetapi juga perputaran ekonomi masyarakat di sekitar destinasi.
Tahap berikutnya adalah menyusun program turunan dari kesepakatan tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai jadwal pelaksanaan survei pasar, pelatihan konten, maupun produksi video promosi.