PASAMAN BARAT — Revitalisasi Hutan Kota Padang Tujuh dijalankan lewat penanaman bibit pohon buah dari berbagai jenis. Kegiatan itu menyertakan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, mulai dari Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, Dandim Letkol Inf. Darmawan Hendra Wijaya, hingga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat Nathan Henri.
Bupati Pasaman Barat H. Yulianto menyebut penanaman pohon menjadi bagian dari upaya penataan kembali lanskap dan zonasi Hutan Kota Padang Tujuh. Penataan diarahkan agar fungsi ekologis dan sosial kawasan lebih optimal.
Bibit yang ditanam terdiri dari berbagai jenis tanaman buah. Di antaranya durian, kelengkeng, rambutan, alpukat, mangga, matoa, manggis, nangka, sirsak, petai, jambu kristal, jambu air, dan duku.
Selain sebagai ruang terbuka hijau dan paru-paru kota, kawasan tersebut diarahkan menjadi sarana edukasi serta rekreasi bagi masyarakat. Fungsi itu melengkapi peran Hutan Kota Padang Tujuh sebagai ruang publik yang bisa diakses warga.
Manajer Kebun Ophir PTPN IV Regional IV Jambi-Sumbar Nazarsyah Hutagalung menyatakan Hutan Kota dan Taman Satwa Padang Tujuh merupakan aset penting daerah yang perlu dijaga keberlanjutannya.
"Hutan kota dan taman satwa Padang Tujuh ini, sejak tahun 2017 merupakan aset strategis Pasaman Barat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Aset harus kita jaga dan pelihara untuk menjadi warisan anak cucu kita kelak," kata Nazarsyah Hutagalung.
Revitalisasi ini melibatkan pemerintah kabupaten dan perusahaan perkebunan negara di bawah PTPN IV Regional IV. Kolaborasi itu menyatukan sumber daya kedua pihak untuk merawat kawasan hijau yang sudah berusia hampir satu dekade.
Melalui revitalisasi, Pemkab Pasaman Barat bersama PTPN IV Regional IV berharap Hutan Kota Padang Tujuh semakin terawat. Kawasan itu diharapkan memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus menjadi ruang publik yang berguna bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Penanaman pohon buah juga membuka peluang kawasan menghasilkan buah di kemudian hari. Warga sekitar Padang Tujuh bisa memanfaatkan ruang hijau itu untuk rekreasi keluarga tanpa harus keluar daerah.