Pencarian

BNPB Bangun Huntap Mandiri Rp60 Juta di Padang Panjang

Senin, 04 Mei 2026 • 13:36:06 WIB
BNPB Bangun Huntap Mandiri Rp60 Juta di Padang Panjang
BNPB mulai membangun hunian tetap mandiri menggunakan teknologi Sepablock di Padang Panjang.

PADANG PANJANG — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi memulai pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri bagi masyarakat terdampak bencana di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kamis (30/4/2026). Proyek ini memanfaatkan inovasi Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) yang diklaim lebih efisien dan tangguh terhadap guncangan gempa.

Pembangunan perdana tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis dan Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian. Huntap mandiri menjadi solusi konkret untuk memulihkan kondisi sosial ekonomi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyatakan bahwa meluasnya penggunaan Sepablock menjadi bukti inovasi perusahaan mampu menjawab kebutuhan sosial. Teknologi ini sebelumnya telah diterapkan di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Agam sebelum akhirnya masuk ke Kota Padang Panjang.

Keunggulan Sepablock Bangun Rumah Tipe 36 dalam 30 Hari

Material Sepablock dirancang khusus untuk mengejar efisiensi waktu tanpa mengabaikan aspek keamanan bangunan. Staf Direksi PT Semen Padang, Donny Aswin Idham, menjelaskan bahwa penggunaan bata interlock memungkinkan proses konstruksi selesai dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 30 hari saja.

"Untuk pembangunan huntap, Sepablock telah memenuhi banyak poin penting. Selain waktu pembangunan yang relatif singkat, serta ramah gempa," ujar Donny Aswin Idham di lokasi pembangunan, Kamis (30/4/2026).

Donny menambahkan bahwa inovasi ini bertujuan menghadirkan hunian yang layak dan bermartabat bagi para penyintas bencana. PT Semen Padang berkomitmen agar rumah yang dibangun tidak sekadar menjadi tempat berteduh, tetapi memiliki kualitas bangunan yang premium atau berkelas bagi masyarakat terdampak.

Anggaran Rp60 Juta per Unit untuk Hunian Layak

Sestama BNPB Rustian mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang terjalin dalam penanganan bencana di Sumatera Barat. Ia menilai penggunaan material lokal seperti Sepablock sebagai langkah cerdas untuk mempercepat proses rekonstruksi fisik yang seringkali terkendala durasi pembangunan konvensional.

"Rumah yang dibangun bertipe 36 dengan estimasi anggaran sekitar Rp60 juta per unit. Yang terpenting adalah layak huni, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat," jelas Rustian.

Rustian juga mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat proses administrasi agar pembangunan tidak menemui hambatan teknis di lapangan. Pola huntap mandiri ini diharapkan memicu partisipasi aktif warga, sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat dalam membangun kembali masa depan mereka.

Pemkot Padang Panjang Siapkan 20 Titik Lahan Huntap

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menyambut positif penggunaan teknologi bata interlock ini. Meski baru pertama kali melihat langsung spesifikasi Sepablock, ia optimistis material tersebut dapat mempercepat target pemulihan pemukiman di kota berjuluk Serambi Mekkah tersebut.

"Alhamdulillah, kesiapan lahan sudah kami siapkan, bahkan masih tersedia sekitar 20 titik lagi untuk pengembangan huntap. Kami berharap dukungan dari BNPB terus berlanjut," kata Hendri Arnis.

Pemerintah Kota Padang Panjang menegaskan kesiapannya dalam memfasilitasi seluruh kelengkapan administrasi yang dibutuhkan. Menurut Hendri, fokus utama saat ini adalah memastikan masyarakat kembali memiliki tempat tinggal yang aman agar mereka bisa segera bangkit secara ekonomi.

Solusi Strategis Rehabilitasi Pascabencana di Sumbar

Pemanfaatan Sepablock di Padang Panjang mempertegas posisi produk inovasi PT Semen Padang sebagai standar baru dalam pembangunan huntap di Sumatera Barat. Karakteristik material yang saling mengunci (interlocking) memberikan kestabilan lebih pada struktur bangunan saat terjadi getaran atau gempa bumi.

Dengan estimasi biaya yang terukur dan waktu pengerjaan yang cepat, model pembangunan ini menjadi acuan bagi daerah lain di Indonesia dalam menangani krisis hunian pascabencana. Integrasi antara dukungan anggaran dari pusat melalui BNPB dan inovasi material lokal diharapkan mampu menciptakan ekosistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh dan mandiri.

Bagikan
Sumber: katasumbar.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks