PADANG — Dinas Perdagangan Kota Padang melaporkan penurunan harga komoditas cabai keriting lokal menjadi kisaran Rp34.000 hingga Rp38.000 per kilogram pada Senin (4/5/2026). Penurunan ini terpantau melalui monitoring rutin di sejumlah pasar utama setelah sebelumnya sempat menyentuh angka Rp40.000 per kilogram.
Staf Bidang Bahan Pokok dan Barang Penting Dinas Perdagangan Kota Padang, Vivi, mengonfirmasi fluktuasi harga ini dipicu oleh dinamika pasokan di tingkat distributor. Meski harga cabai keriting melandai, mayoritas komoditas pangan lainnya seperti bawang merah dan minyak goreng subsidi masih bertahan di harga pekan lalu.
Rincian Penurunan Harga Cabai Keriting Lokal dan Luar Daerah
Cabai keriting lokal kini berada di level terendah Rp34.000 per kilogram. Sebelumnya, komoditas utama dapur warga Minang ini dijual pedagang pada kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Kondisi serupa terjadi pada cabai keriting nonlokal atau pasokan dari luar daerah. Harga yang sebelumnya bertengger di angka Rp44.000 hingga Rp48.000 per kilogram, kini mulai turun ke level Rp42.000 hingga Rp48.000 per kilogram.
"Nonlokal kemarin Rp44 ribu hingga Rp48 ribu per kilogram, kini menjadi Rp42 ribu hingga Rp48 ribu per kilogram," ungkap Vivi saat memaparkan hasil monitoring terbaru di Padang.
Komoditas Cabai Rawit dan Bawang Merah Masih Bertahan Stabil
Berbeda dengan cabai keriting, jenis cabai hijau dan rawit tidak mengalami perubahan harga signifikan. Cabai hijau besar tetap stabil pada angka Rp24.000 hingga Rp28.000 per kilogram, menjaga ritme belanja masyarakat tetap terkendali.
Untuk kelompok cabai pedas, rawit merah dipatok Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau dibanderol antara Rp28.000 hingga Rp32.000 per kilogram, sesuai dengan kualitas dan kesegaran barang di lapak pedagang.
Di sektor bumbu dapur, harga bawang merah terpantau konsisten tanpa lonjakan. Bawang merah kualitas super dijual Rp44.000 hingga Rp46.000 per kilogram, sedangkan jenis biasa berada di kisaran Rp34.000 hingga Rp36.000 per kilogram. Adapun bawang merah jenis pecking tetap murah di harga Rp18.000 hingga Rp24.000 per kilogram.
Pasokan Minyakita Terpantau Aman Meski Muncul Isu Kelangkaan
Dinas Perdagangan juga memberikan perhatian khusus pada stok minyak goreng subsidi untuk menjaga daya beli warga menengah ke bawah. Minyakita saat ini masih dijual sesuai harga acuan yakni Rp15.700 per liter di tingkat pedagang pasar tradisional.
"Minyakita masih stabil, belum ada perubahan dan terus dalam pengawasan," tegas Vivi menanggapi isu kelangkaan yang sempat beredar di masyarakat belakangan ini.
Pengawasan ketat dilakukan untuk mengantisipasi spekulasi harga di tengah rantai distribusi. Langkah ini menjadi prioritas Pemkot Padang guna memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok tetap terjaga sepanjang bulan ini.
Dampak Fluktuasi Harga Terhadap Konsumsi Masyarakat Padang
Stabilitas harga pada mayoritas komoditas pokok diharapkan mampu menjaga inflasi daerah tetap terkendali. Pemerintah kota terus memantau pasokan dari daerah sentra produksi untuk mencegah kelangkaan mendadak yang bisa memicu lonjakan harga.
Penurunan harga cabai, meski tipis, sangat memengaruhi pengeluaran rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di Padang. Mengingat konsumsi cabai masyarakat Sumatera Barat tergolong tinggi, perubahan harga sekecil apa pun akan langsung berdampak pada perputaran ekonomi pasar.
Hingga saat ini, belum ada indikasi lonjakan harga ekstrem pada komoditas penting lainnya di pasar-pasar rakyat Padang. Dinas Perdagangan mengimbau warga tetap berbelanja dengan bijak sesuai kebutuhan sembari memastikan stok di tingkat pengecer tetap mencukupi untuk beberapa hari ke depan.