Pencarian

Sumbar Gandeng Dompet Dhuafa, Beri Pinjaman UMKM Nol Persen Pascabencana

Selasa, 05 Mei 2026 • 22:02:01 WIB
Sumbar Gandeng Dompet Dhuafa, Beri Pinjaman UMKM Nol Persen Pascabencana
Gubernur Sumatera Barat dan Dompet Dhuafa menandatangani MoU pemberdayaan ekonomi UMKM pascabencana.

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi menggandeng yayasan Dompet Dhuafa dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi warga penyintas bencana. Kolaborasi strategis ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pemberdayaan ekonomi berkelanjutan di Istana Gubernuran.

Langkah ini menjadi respons konkret pemerintah daerah terhadap kerentanan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat menghadapi bencana alam. Fokus utama kerja sama ini adalah penyaluran modal usaha melalui skema mikro fungsional berbasis syariah.

Program MUFAKAT: Pinjaman Modal Tanpa Bunga

Inti dari kolaborasi ini tertuang dalam Program MUFAKAT atau Modal Usaha Bermanfaat untuk Masyarakat. Skema ini dirancang khusus untuk memberikan akses pembiayaan nol persen bagi pelaku usaha yang kehilangan modal atau sarana usaha akibat bencana.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyebutkan bahwa kehadiran skema pembiayaan tanpa bunga ini merupakan sebuah terobosan baru di wilayahnya. Menurutnya, selama ini belum ada model bantuan finansial yang benar-benar meringankan beban pelaku usaha kecil tanpa beban bunga di tengah situasi darurat.

“Kerja sama ini bertujuan membantu UMKM terdampak agar dapat kembali bangkit melalui pembiayaan nol persen. Ini sebuah terobosan, karena belum ada skema seperti ini sebelumnya,” ujar Mahyeldi di Padang.

Belajar dari Lumpuhnya Ekonomi Lembah Anai

Mahyeldi mengingatkan kembali betapa rapuhnya rantai ekonomi lokal saat bencana melanda. Ia merujuk pada peristiwa terputusnya akses jalan di Lembah Anai pada tahun 2024 yang memberikan dampak sistemik bagi pedagang dan pelaku industri pariwisata.

Berdasarkan data Pemprov, kerugian ekonomi akibat terhentinya mobilitas di jalur utama tersebut sempat menyentuh angka Rp40 miliar per hari. Dampak ini dirasakan langsung oleh pedagang kecil hingga usaha kuliner legendaris yang sudah memiliki nama besar.

“Ketika akses terputus, UMKM langsung terpukul. Bahkan usaha kuliner yang sudah memiliki nama besar seperti Sate Mak Syukur juga sempat tutup sementara,” ungkap Mahyeldi menekankan pentingnya keberlangsungan usaha masyarakat.

Ekosistem Syariah dan Perluasan ke Tingkat Nasional

Ketua Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menyatakan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pembiayaan ini melalui kemitraan dengan Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Kerja sama microfinance ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak penyintas banjir dan longsor di pelosok Sumatera Barat.

Program yang diinisiasi di Sumbar ini juga diproyeksikan menjadi percontohan nasional. Ahmad mengungkapkan bahwa Dompet Dhuafa berencana mengimplementasikan skema serupa di lima provinsi lain di Indonesia sepanjang tahun ini.

“Mudah-mudahan kerja sama ini semakin memperluas manfaat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, baik di Sumatera Barat maupun secara nasional,” tutup Ahmad.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks