Emma Raducanu terpaksa menarik diri dari turnamen Italian Open karena masalah kesehatan dan kini membidik ajang WTA Strasbourg sebagai lokasi comeback. Petenis nomor satu Inggris tersebut berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi fisiknya sebelum turnamen dimulai pada 17 Mei mendatang.
Keputusan mengejutkan diambil Emma Raducanu saat dirinya membatalkan keikutsertaan di Italian Open pada Selasa malam waktu setempat. Keputusan ini diumumkan hanya berselang beberapa menit setelah petenis berusia 23 tahun itu menyelesaikan sesi wawancara dengan awak media di Roma.
Raducanu mengonfirmasi bahwa kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya dari infeksi virus yang dideritanya sejak Maret lalu. Masalah kesehatan ini telah memaksanya absen cukup lama dari hiruk-pikuk tur WTA musim ini demi fokus pada proses penyembuhan total.
Perjuangan Pulih dari Infeksi Virus
Infeksi pasca-virus yang menyerang Raducanu ternyata memberikan dampak fisik yang cukup signifikan. Mantan juara US Open ini mengaku sempat kehilangan banyak waktu untuk berlatih akibat kelelahan ekstrem yang disebabkan oleh virus tersebut.
"Saya menghabiskan hampir enam pekan tanpa melakukan aktivitas apa pun hanya untuk mencoba pulih dari virus ini. Secara fisik, kondisi tersebut sangat menguras tenaga," ujar Raducanu saat memberikan keterangan kepada BBC Sport sebelum pengunduran dirinya resmi diumumkan.
Kini, Raducanu mengalihkan fokusnya ke turnamen WTA 500 Strasbourg. Turnamen yang digelar di Prancis tersebut menjadi kesempatan terakhir baginya untuk mendapatkan menit bermain di lapangan tanah liat sebelum turnamen Grand Slam French Open dimulai.
Menanti Kepastian Wildcard di Strasbourg
Langkah Raducanu untuk tampil di Strasbourg tidak akan berjalan mulus begitu saja. Mengingat dirinya telah melewati batas waktu pendaftaran (entry deadline), petenis peringkat teratas Inggris ini sepenuhnya bergantung pada pemberian fasilitas wildcard dari pihak penyelenggara.
Hingga saat ini, panitia turnamen yang dijadwalkan mulai bergulir pada 17 Mei itu belum memberikan konfirmasi resmi terkait kuota wildcard untuk Raducanu. Namun, Strasbourg bukan tempat asing bagi sang petenis. Pada edisi tahun lalu, ia juga masuk melalui jalur yang sama.
Pada turnamen tahun lalu, performa Raducanu di Strasbourg cukup menjanjikan. Ia berhasil menumbangkan petenis top 20 dunia, Daria Kasatkina, sebelum akhirnya langkahnya dihentikan oleh wakil Amerika Serikat, Danielle Collins.
Konsekuensi Peringkat Menjelang French Open
Absennya Raducanu di Roma dan ketidakpastian kondisinya membawa konsekuensi serius pada turnamen mayor mendatang. Jika nantinya dinyatakan fit untuk bertanding di French Open, Raducanu dipastikan tidak akan menempati posisi unggulan (seeded).
Situasi ini menempatkan dirinya pada posisi sulit dalam undian (draw) di Roland Garros, di mana ia berpotensi langsung berhadapan dengan pemain-pemain peringkat 10 besar dunia di babak-babak awal. Fokus utama tim medis Raducanu saat ini adalah memastikan sang atlet mencapai kebugaran 100 persen sebelum menginjakkan kaki di Paris pekan depan.