SOLOK SELATAN — Pemerintah Kabupaten Solok Selatan telah menyiapkan lahan seluas 11,28 hektar untuk merealisasikan program Sekolah Rakyat di Golden Arm, Kecamatan Sangir. Proyek strategis ini dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu guna meningkatkan pemerataan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.
Sasaran Utama: Siswa dari Kelompok Ekonomi Terbawah
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Solok Selatan, Nurhayati, menegaskan bahwa program ini memiliki segmentasi yang sangat spesifik. Peserta didik yang akan ditampung merupakan masyarakat yang berada pada lapisan kesejahteraan paling rendah berdasarkan data sosial ekonomi.
“Peserta didik Sekolah Rakyat nantinya berasal dari Desil 1 dan Desil 2,” kata Nurhayati saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Selasa (5/5/2026).
Sebagai informasi, Desil 1 dan Desil 2 merupakan kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah atau paling miskin dalam sistem pengelompokan data kementerian. Melalui program ini, pemerintah daerah ingin memastikan akses pendidikan berkualitas tidak lagi terhambat oleh kendala biaya.
Pembangunan Berjenjang dari SD hingga SMA
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat ini tidak hanya terbatas pada satu tingkatan saja. Pemkab Solok Selatan memproyeksikan fasilitas ini mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Total kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan seluruh sarana tersebut diperkirakan mencapai Rp 250 miliar.
Meski lahan dan anggaran telah dipetakan, pelaksanaan konstruksi fisik masih menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah saat ini sedang menanti penerbitan Surat Keputusan (SK) penetapan resmi dari kementerian terkait.
“Saat ini kita masih menunggu SK penetapan resmi dari kementerian. Setelah itu, baru dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya, termasuk rekrutmen tenaga pendidik,” ungkap Nurhayati.
Peninjauan Lokasi di Golden Arm Kecamatan Sangir
Bupati Solok Selatan H. Khairunas bersama jajaran telah meninjau langsung bakal lokasi pembangunan di Golden Arm pada Kamis (30/04/2026) pekan lalu. Kunjungan lapangan ini turut didampingi oleh Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, serta perwakilan dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR.
Khairunas menilai lahan seluas 11,28 hektar di Golden Arm sangat strategis untuk pengembangan fasilitas pendidikan terpadu. Kehadiran perwakilan Kementerian PUPR dan anggota DPR RI dalam survei tersebut juga memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam hal penyediaan infrastruktur pendidikan nasional.
Pemerintah daerah berharap pembangunan Sekolah Rakyat ini dapat menjadi solusi konkret dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Solok Selatan, sekaligus memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah.