PALEMBAYAN — Jalan penghubung Padang Koto Gadang menuju Matur itu mengalami penyempitan parah setelah badan jalan tergerus aliran air dan dinding perbukitan longsor. Alat berat masih bekerja di lapangan untuk melakukan relokasi jalan sebagai penanganan sementara agar arus lalu lintas dapat berjalan.
Terban Berulang Dalam Setahun Terakhir
Ruas jalan kritik tersebut bukan pertama kali rusak parah. Bencana hidrometeorologi melanda Kabupaten Agam pada 27 November 2025 dan menyebabkan jalan di Ngungun terban, disertai longsor dinding perbukitan. Kemudian pada 30 Desember 2025, jalan itu terban kembali dan jalan terputus total.
Setidaknya lima titik di ruas jalan provinsi tersebut mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut telah diusulkan ke BMCKTR Sumatera Barat untuk penanganan lebih lanjut.
Penanganan Sementara Dengan Ekskavator
"Alat berat ini kita kerahkan semenjak Senin (3/5) dan alat masih bekerja di Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan," kata Koordinator Lapangan Dinas BMCKTR Sumatera Barat, Ade Jasmi, Kamis.
Jasmi menjelaskan alat berat dikerahkan untuk relokasi jalan dalam penanganan sementara agar badan jalan dapat dilalui kendaraan. Pekerjaan akan berlanjut sampai arus lalu lintas kembali lancar sebelum menunggu arahan dinas setempat untuk penanganan permanen.
"Kita mengerahkan alat berat untuk relokasi jalan dalam penanganan sementara agar jalan bisa dilalui kendaraan," katanya.
Diakui Jasmi, kerusakan jalan mencakai area sepanjang 5 meter dengan lebar 3 meter, menyebabkan penyempitan signifikan. Untuk mengatasi hal tersebut, diding perbukitan di sekitar lokasi perlu dibuang agar jalan dapat diperlebar. Namun upaya tersebut terhambat masalah pembebasan lahan karena pemilik belum memberikan izin.
Kendaraan Terbatas, Warga Diminta Berhati-Hati
Batasan teknis yang ada saat ini adalah jalan hanya dapat dilalui kendaraan roda enam dengan beban muatan sekitar 4 ton. Jasmi mengimbau pengendara untuk bersabar melewati ruas jalan yang sempit tersebut, terutama saat curah hujan tinggi.
"Apalagi saat curah hujan cukup tinggi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terjadinya tanah longsor maupun jalan terban. Ini harus dilakukan karena potensi longsor di daerah tersebut masih tinggi," ujarnya.
Pemkab Agam Proses Pengalihan Trase
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Agam, Ofrizon, mengatakan pemerintah daerah sedang melakukan proses pembebasan lahan untuk pengalihan trase jalan ke arah tebing. Langkah ini diperlukan karena jalan terban dengan ketinggian sekitar 10 meter dari permukaan dasar.
"Jalan harus dialihkan ke arah tebing, karena jalan terban dengan ketinggian sekitar 10 meter," katanya.