PADANG — Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Syaiful Bahri, memastikan pergelaran Ganggam Tari Kontemporer IV yang akan digelar UPTD Taman Budaya tidak boleh lepas dari akar tradisi. Sebanyak 25 peserta dari berbagai daerah di Sumbar kini mengikuti lokakarya tari yang berlangsung tiga hari di Gedung Kebudayaan Sumatera Barat.
“Pulang ke Akar”: Membaca Tradisi, Menulis Tubuh
Tema yang diangkat tahun ini adalah “Pulang ke Akar: Membaca Tradisi, Menulis Tubuh”. Syaiful mengatakan tema itu sengaja dipilih untuk mengingatkan seniman muda agar tidak kehilangan identitas di tengah arus globalisasi.
“Kontemporer itu basisnya harus tradisi,” ujar Syaiful saat membuka lokakarya, Selasa.
Contoh Tari Rantak dan Tari Alang Babega
Untuk memperjelas arah, Kadisbud memberikan contoh konkret. Tari Rantak, menurutnya, berakar dari Tari Alang Suntiang Panghulu. Sementara Tari Alang Babega dasarnya adalah Tari Tan Bentan yang berasal dari kebudayaan Saniang Baka, Solok. Gerakan Tari Tan Bentan sendiri kerap dikaitkan dengan pola terbang burung elang yang berputar-putar di siang hari.
“Daripada mereka lebih jauh tertinggal, maka kita tarik lagi ke tradisi,” kata Syaiful. “Jadi mereka berkarya nanti atas dasar tradisi.”
Peserta Bukan Pemula, Ada Mahasiswa S2
Syaiful menilai para peserta lokakarya sudah memiliki bekal yang cukup. Proses seleksi ketat telah dilakukan sebelumnya.
“Mereka ini bukan dari nol, tapi mereka sudah menguasai, mereka sudah tahu, bahkan ada juga mahasiswa S2,” jelasnya. “Maka lokakarya ini menjadi ajang bertukar pikiran dan teknik tentang tari, karena bagaimana pun tari akan berkembang juga.”
Lokakarya Tiga Hari, Pertunjukan Menyusul
Lokakarya yang digelar selama tiga hari ini menjadi tahap persiapan sebelum puncak pergelaran Ganggam Tari Kontemporer IV. Hasil eksplorasi para peserta nantinya akan dipertunjukkan di hadapan publik.
UPTD Taman Budaya Sumbar berharap ajang ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga laboratorium bagi lahirnya karya tari kontemporer yang tetap menghormati tradisi Minangkabau.