PADANG — Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumatera Barat dinilai paling menonjol dalam penanganan pascabencana yang merendam sejumlah kota di provinsi tersebut pada November 2025. Penghargaan diterima Ketua Umum DPW BKPRMI Sumbar Maisar Setiawan Munaf dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) BKPRMI 2026, Kamis (14/5).
Bentuk Aksi yang Diakui: Santunan dan Sumur Bor
Tidak sekadar menyalurkan bantuan sembako, DPW BKPRMI Sumbar juga membangun sumur bor bekerja sama dengan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) untuk warga terdampak. Langkah ini dinilai sebagai solusi jangka panjang atas krisis air bersih pascabanjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
Rapimnas Dua Hari di Jakarta
Acara yang mengusung tema "Pemuda Remaja Masjid sebagai Kekuatan Sosial dalam Mendukung Stabilitas, Ketahanan Nasional dan Persatuan Indonesia" ini berlangsung selama dua hari, 14-15 Mei 2026, di The Tavia Heritage Hotel Jakarta. Seluruh pengurus BKPRMI dari berbagai daerah turut hadir dalam forum tersebut.
Dari Sumatera Barat, sejumlah pengurus daerah ikut serta, antara lain Sekretaris MPW BKPRMI Sumbar H. Rifqi Abror Ananda, Ketua Umum DPD BKPRMI Tanah Datar Roni Saputra, dan Ketua Umum DPD BKPRMI Bukittinggi Dr. Januar.
Respons Ketua DPW: Motivasi untuk Terus Hadir
Maisar Setiawan Munaf menyampaikan apresiasi atas perhatian BKPRMI pusat terhadap gerakan sosial yang dilakukan anggotanya di masa bencana. "Kita mengapresiasi penghargaan ini, semoga turut menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar BKPRMI untuk terus hadir memberikan manfaat, pengabdian dan kontribusi nyata bagi umat serta masyarakat," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Kamis.
Bencana Akhir 2025 yang Memicu Aksi
Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada akhir November 2025 lalu menjadi pemicu utama gerakan tanggap darurat ini. Beberapa kota di provinsi tersebut mengalami banjir dan tanah longsor yang merendam pemukiman serta merusak infrastruktur, mendorong organisasi pemuda masjid untuk bergerak cepat membantu warga.