SUMATERA BARAT — Kampung Dumaring di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menembus 15 besar Desa Wisata Terbaik Wonderful Indonesia Awards 2026. Desa ini menyimpan sungai, hutan mangrove, gua, kerajinan lokal, dan hasil hutan yang dikelola warga sebagai modal wisata. Perjalanan dari Kota Samarinda memakan waktu berjam-jam melewati jalan berdebu dan berlumpur sebelum tiba di kawasan yang dikelilingi hutan.
Suara Sungai Dumaring terdengar dari kejauhan begitu kendaraan memasuki kawasan kampung. Anak-anak bermain di sekitar rumah panggung, sementara warga sibuk dengan aktivitas harian mereka. Ritme kehidupan di sini berjalan lebih pelan dibandingkan kota, dan itulah kesan pertama yang sulit dilupakan.
Kampung Dumaring tidak mencoba menjadi tempat lain. Warga menjadikan alam dan budaya lokal sebagai modal utama, bukan meniru desa wisata yang sudah populer lebih dulu.
Daya Tarik Utama: Sungai, Mangrove, dan Gua
Sungai Dumaring menjadi urat nadi kampung. Airnya mengalir melewati permukiman warga dan menjadi sumber kehidupan sehari-hari. Di sepanjang aliran, pengunjung bisa melihat aktivitas warga yang masih bergantung pada sungai untuk berbagai kebutuhan.
Kawasan hutan mangrove menjadi daya tarik berikutnya. Ekosistem ini menjaga garis pantai sekaligus menjadi rumah bagi berbagai jenis biota. Bagi wisatawan yang tertarik pada wisata alam, menyusuri mangrove bisa menjadi pengalaman tersendiri.
Gua-gua di sekitar kampung menambah variasi destinasi. Formasi batuan dan stalaktit di dalamnya menjadi objek yang menarik bagi pengunjung yang suka eksplorasi. Namun, informasi terkini soal akses dan pemandu lokal sebaiknya dikonfirmasi ke pengelola desa wisata setempat.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
- Menyusuri Sungai Dumaring dengan perahu atau berjalan kaki di tepian
- Menjelajah hutan mangrove untuk melihat ekosistem pesisir
- Mengunjungi gua-gua di sekitar kampung dengan pemandu lokal
- Melihat proses pembuatan kerajinan lokal warga
- Mencicipi hasil hutan dan kuliner khas kampung
Kerajinan lokal dan hasil hutan menjadi bagian dari ekonomi warga. Beberapa produk diolah langsung dari bahan yang tersedia di sekitar kampung, bukan barang yang didatangkan dari luar.
Cara Menuju Lokasi
Perjalanan menuju Kampung Dumaring dimulai dari Kota Samarinda. Rute ini menempuh waktu berjam-jam melewati berbagai kondisi jalan, mulai dari permukaan berdebu hingga berlumpur saat musim hujan.
Kendaraan pribadi atau sewa menjadi pilihan paling praktis. Belum ada informasi resmi soal transportasi umum langsung menuju kampung. Untuk rute terkini dan estimasi waktu tempuh, calon pengunjung disarankan menghubungi dinas pariwisata Berau atau pengelola desa wisata.
Tiket Masuk dan Jam Operasional
Informasi soal tarif masuk dan jam operasional belum tersedia dalam bahan yang ada. Kampung Dumaring merupakan desa wisata yang dikelola warga, sehingga aturan kunjungan bisa berbeda dari destinasi komersial. Konfirmasi langsung ke pengelola atau Dinas Pariwisata Kabupaten Berau sangat disarankan sebelum berangkat.
Tips Berkunjung
Waktu terbaik untuk datang adalah saat musim kemarau, ketika jalan menuju kampung lebih mudah dilalui. Siapkan perlengkapan anti-lumpur jika berkunjung di musim hujan.
Bawa obat anti-nyamuk dan alas kaki yang nyaman untuk medan basah. Hormati aktivitas warga dan adat setempat. Jika ingin menjelajah gua atau mangrove, gunakan jasa pemandu lokal agar perjalanan lebih aman dan warga mendapat manfaat langsung.
Durasi ideal untuk menjelajahi Dumaring adalah dua hingga tiga hari. Waktu tersebut cukup untuk menyusuri sungai, masuk ke mangrove, dan berinteraksi dengan warga tanpa terburu-buru.