Pekan Kebudayaan Daerah Saraso Fest 2026 di Taman Budaya Sumatera Barat menampilkan lima kelompok kesenian tradisi dan kontemporer pada hari kelima, Jumat. Hujan yang turun tidak menyurutkan antusiasme penonton menyaksikan atraksi Tari Piriang di Ateh Karambia hingga aksi randai dari Limapuluh Kota. Kepala Seksi Produksi dan Kreasi Seni Budaya UPTD Taman Budaya Sumbar Ade Efdira menyebut seluruh penampilan berlangsung meriah.
PADANG — Ade Efdira mengatakan, penampilan pertama hari itu dibuka oleh atraksi Tari Piriang di Ateh Karambia dari Sanggar Saayun Salangkah Kota Solok. Tarian tersebut awalnya berfungsi sebagai hiburan dan ucapan rasa syukur kepada sang pencipta atas hasil panen padi yang diperoleh masyarakat di Desa Payo, Kota Solok.
Setelah Tari Piriang, panggung Saraso Fest dilanjutkan oleh Fadil Asy'ari bersama kelompok musiknya yang membawakan komposisi berjudul "Jajak Limpapeh". Penampilan ketiga datang dari Sanggar Duo Limbago SMA 1 Pariangan dengan karya teatrikal bertajuk Isak Tangih Galodo.
Band Pop Alternatif Padang dan Aksi Randai Menutup Malam
Bintang tamu Million Hope mengisi slot keempat. Band pop alternatif asal Padang yang terbentuk pada 2024 itu dikenal lewat karya-karya musiknya yang emosional.
Penampilan penutup diramaikan oleh Sanggar Bungo Satangkai Halaban dari Kabupaten Limapuluh Kota dengan aksi randainya. Randai menjadi penutup rangkaian pertunjukan hari kelima yang mencampur kesenian tradisi dan kontemporer.
Hujan Tidak Menyurutkan Penampilan Lima Kelompok
"Penampilan pertama dimeriahkan oleh atraksi Tari Piriang di Ateh Karambia dari Sanggar Saayun Salangkah Kota Solok," kata Ade di Padang, Jumat.
Menurut Ade, kondisi hujan yang turun saat pertunjukan berlangsung tidak mengurangi kemeriahan acara. Lima kelompok yang tampil tetap menjalankan aksinya di atas panggung Taman Budaya Sumatera Barat.
Apa Itu Saraso Fest 2026?
Saraso Fest 2026 merupakan Pekan Kebudayaan Daerah yang digelar di Taman Budaya Sumatera Barat. Ajang ini menampilkan beragam kesenian tradisi dan kontemporer dari berbagai sanggar dan komunitas seni di Sumatera Barat.
Hari kelima menghadirkan lima penampilan yang mewakili sejumlah daerah, mulai dari Kota Solok, Pariangan, Padang, hingga Kabupaten Limapuluh Kota. Ragam pertunjukan mencakup tari, musik, teater, dan randai.