Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) rehabilitasi usaha mikro senilai Rp115,77 miliar bagi 38.507 pengusaha mikro terdampak bencana di 13 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat pascabencana. Penyaluran menyasar pelaku usaha mikro yang terdampak langsung, termasuk di Kota Bukittinggi.
PADANG — Bantuan Presiden (Banpres) rehabilitasi usaha mikro senilai Rp115,77 miliar disiapkan bagi 38.507 pengusaha mikro terdampak bencana di 13 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Program Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini menyasar pelaku usaha yang aktivitas ekonominya terganggu akibat bencana.
Kota Bukittinggi menjadi salah satu daerah penerima manfaat. Di kawasan Los Lambuang, pedagang nasi kapau tetap melayani pesanan pengunjung meski kondisi usaha mereka belum sepenuhnya pulih.
Berapa Nilai Bantuan per Pengusaha Mikro?
Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp115,77 miliar untuk 38.507 penerima. Nominal tersebut dialokasikan sebagai bantuan rehabilitasi agar usaha mikro bisa kembali beroperasi setelah terdampak bencana.
Pemerintah menempatkan program ini sebagai bagian dari percepatan pemulihan ekonomi masyarakat. Aktivitas usaha mikro yang kembali berjalan diharapkan menggerakkan kembali roda perekonomian di daerah terdampak.
Mengapa Bantuan Diarahkan ke Usaha Mikro?
Usaha mikro menjadi sektor paling rentan saat bencana melanda. Modal terbatas membuat pelaku usaha sulit bangkit tanpa dukungan modal awal.
Bantuan rehabilitasi menyasar pengusaha yang kehilangan atau mengalami kerusakan pada sarana usaha. Dengan modal yang dipulihkan, mereka bisa kembali berjualan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Siapa Saja yang Menerima Manfaat?
Penerima program tersebar di 13 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Jumlahnya mencapai 38.507 pengusaha mikro yang terdata terdampak bencana.
Pendataan dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Pelaku usaha mikro di sektor perdagangan, kuliner, dan jasa menjadi bagian dari kelompok penerima.
Apa Dampaknya bagi Perekonomian Daerah?
Pemulihan usaha mikro berdampak langsung pada aktivitas ekonomi di pasar dan kawasan perdagangan. Pedagang yang kembali beroperasi menciptakan kembali lapangan kerja dan perputaran uang di tingkat lokal.
Di Bukittinggi, sektor kuliner seperti nasi kapau menjadi salah satu penggerak ekonomi yang menopang banyak keluarga. Program ini diharapkan mempercepat kebangkitan usaha-usaha serupa di daerah lain yang terdampak bencana.