Kementerian Perdagangan RI mengucurkan bantuan rehabilitasi senilai Rp4,1 miliar untuk empat pasar di Kota Pariaman, Sumatera Barat, yang mengalami rusak ringan akibat bencana hidrometeorologi pada akhir tahun lalu. Wali Kota Pariaman Yota Balad menyatakan rehabilitasi empat pasar tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah pada 2026, dengan target rampung sebelum akhir tahun anggaran.
PARIAMAN — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Pariaman Deddy Kurnia Illahi menyebut proses rehabilitasi empat pasar tersebut sudah memasuki tahap kontrak. "Per tanggal 12 bulan sudah kontrak," ujarnya.
Deddy baru saja mengikuti Rapat Koordinasi Antar Instansi dan Penyerahan Dipa Dana Tugas Perbantuan dalam rangka Percepatan Rehabilitasi/Rekonstruksi Pascabencana di Sumatra yang digelar Kemendagri di Jawa Barat. Pengerjaan fisik dijadwalkan berjalan bulan ini.
Empat Pasar yang Menerima Bantuan Rehabilitasi
Wali Kota Yota Balad merinci empat pasar di Pariaman yang mendapat tambahan anggaran rehabilitasi pada 2026. Keempatnya tersebar di sejumlah titik di kota itu.
- Pasar Rakyat Pariaman
- Pasar Kuraitaji
- Pasar Basah Pariaman
- Pasar Produksi Jati
Kerusakan yang ditangani tergolong ringan, namun pemerintah kota menilai perbaikan tetap mendesak karena menyangkut aktivitas ekonomi harian warga. Bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir tahun lalu menjadi pemicu utama kerusakan infrastruktur pasar.
Bukan Sekadar Diperbaiki, Kualitas Pasar Ditingkatkan
Yota menegaskan anggaran rehabilitasi tidak hanya dipakai untuk memperbaiki bangunan yang rusak. Pemerintah kota memastikan kualitas pasar tradisional ditingkatkan agar lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa depan.
Pasar disebut sebagai urat nadi perekonomian masyarakat Pariaman. Keamanan fasilitas menjadi pertimbangan utama agar pedagang dan pengunjung nyaman bertransaksi.
"Rehabilitasi empat pasar ini menjadi salah satu prioritas pembangunan kami di tahun 2026," kata Yota, sesuai keterangan yang diterima Antara.
Target Rampung Sebelum Akhir Tahun Anggaran
Yota berharap tambahan anggaran rehabilitasi segera memasuki tahap eksekusi fisik. Dengan begitu, target rampung sebelum akhir tahun anggaran bisa tercapai secara maksimal.
Deddy menyatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah agar pengerjaan berjalan sesuai jadwal. Pedagang dan pengunjung diharapkan bisa menikmati fasilitas pasar yang sudah diperbaiki sesegera mungkin.
Penataan Pedagang di Pasar Rakyat Pariaman
Sebelum rehabilitasi berjalan, Pemkot Pariaman menyiagakan 12 personel Satpol-PP di Pasar Rakyat Pariaman setiap hari. Penempatan itu untuk memastikan kawasan pasar tetap tertata dan bebas dari pedagang yang berjualan di luar lokasi yang ditentukan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Kota Pariaman Eri Gustian mengakui penertiban sempat tidak bertahan lama. "Sebelumnya kami telah melakukan beberapa kali penertiban pedagang untuk dipindahkan ke lokasi yang disediakan Disperindagkop, tapi keesokan harinya pedagang kembali ke lokasi awal," kata Eri.
Penertiban tersebut merupakan bagian dari persiapan rehabilitasi pasar basah. Dinas terkait sudah menyediakan lokasi bagi pedagang yang terdampak penertiban.