Menteri Sosial Saifullah Yusuf meminta penyelenggara Sekolah Rakyat di Padang, Sumatera Barat, menghindari tiga jenis pelanggaran berat yang berujung sanksi pemberhentian langsung. Permintaan itu disampaikan Mensos saat membuka pelatihan wali asuh dan wali asrama di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPKS) Padang. Hingga kini, dua Sekolah Rakyat di kota itu belum ditemukan melakukan pelanggaran tersebut.
PADANG — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan tiga jenis pelanggaran yang dimaksud adalah aksi perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun seksual, serta sikap intoleransi. Aturan itu disebut sudah diterapkan di sejumlah daerah, dengan konsekuensi kepala sekolah, guru, atau tenaga pendidik langsung diberhentikan jika terbukti melakukannya.
"Jika tiga pelanggaran ini dilakukan maka sanksi adalah langsung diberhentikan, itu sudah kami terapkan," kata Mensos di BBPKS Padang, Rabu.
Dua Sekolah Rakyat di Padang Belum Tercatat Melanggar
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul menyebut Sekolah Rakyat di Sumatera Barat sejauh ini bersih dari tiga pelanggaran berat tersebut. Ia berharap kondisi itu bertahan, dan meminta pihak sekolah mengantisipasi sejak dini dengan menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta didik.
Menurutnya, kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik tidak perlu khawatir berlebihan. Kementerian Sosial tidak hanya menjatuhkan hukuman bagi pelanggar, tetapi juga menyiapkan penghargaan bagi mereka yang berprestasi.
Mensos Nilai Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Padang Bagus
Secara khusus, Mensos menilai eksistensi Sekolah Rakyat di Padang menunjukkan perkembangan bagus dalam memberikan pelajaran kepada peserta didik. Para siswa yang telah mengikuti pembelajaran sekitar satu tahun lebih tampak lebih bugar, dengan pertumbuhan fisik dan mental yang baik serta optimisme menghadapi masa depan.
Tantangan berikutnya, kata dia, adalah menyetarakan kemampuan dan pengetahuan peserta didik. Siswa yang masuk ke Sekolah Rakyat tidak melalui tes akademik, sehingga latar belakang, tingkat kemampuan, dan pengetahuan mereka berbeda-beda.
180 Wali Asuh dan Wali Asrama Ikut Pelatihan di BBPKS Padang
Kedatangan Mensos ke Padang dalam rangka menghadiri kegiatan pelatihan wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat yang digelar di BBPKS Padang. Total peserta pelatihan mencapai 180 orang, berasal dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera.
Saat ini terdapat dua Sekolah Rakyat di Padang. Lokasi pertama berada di BBPKS Padang, sementara yang kedua menempati gedung Universitas Negeri Padang (UNP).