PAYAKUMBUH — Alesha menembus jajaran peraih medali di tengah ketatnya persaingan antar-kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Medali perunggu kategori trio itu diraih setelah ia dan dua rekannya menyelesaikan rangkaian gerakan di hadapan dewan juri.
Tsafani Izzatunnisa dan Adiba Khanza Zahra melengkapi formasi trio tersebut. Ketiganya tercatat sebagai atlet binaan Persani Kota Payakumbuh yang disiapkan untuk ajang Porprov 2026.
Bakat Tumbuh dari Lingkungan Keluarga Pesenam
Ayah Alesha, Aldi Kristian, merupakan pelatih senam Payakumbuh yang juga tergabung dalam tim pelatih Pemusatan Latihan Daerah Sumatera Barat. Latar belakang itu membuat Alesha akrab dengan matras senam sejak kecil.
Meski demikian, Aldi menegaskan tidak pernah memaksa anaknya menekuni cabang olahraga tersebut. Menurut dia, keputusan Alesha turun ke arena murni datang dari kemauan anaknya sendiri.
"Kami tidak pernah memaksakan Alesha untuk turun ke arena senam. Ini murni kemauan dan antusiasme anaknya sendiri. Sebagai orang tua sekaligus pelatih, tugas kami sekadar memfasilitasi dan mendukung keinginannya secara profesional," ungkap Aldi.
Regenerasi Atlet Payakumbuh Dinilai Tidak Terputus
Ketua Persani Kota Payakumbuh, Muslim, menilai keberhasilan trio belia itu sebagai buah dari proses regenerasi atlet yang mulai tertata. Ia menyoroti peran lingkungan keluarga yang ikut mendorong munculnya bibit pesenam baru.
"Terlepas dari peran lingkungan keluarga, capaian Alesha, Tsafani, dan Adiba menunjukkan bahwa tongkat estafet senam di Payakumbuh tidak terputus. Ini harus menjadi pelecut motivasi bagi atlet muda lainnya untuk terus mematangkan teknik hingga kelak mampu menembus kancah internasional," kata Muslim.
Menurut Muslim, hasil di Porprov 2026 menjadi pijakan awal bagi pembinaan jangka panjang. Ia berharap lebih banyak atlet usia dini muncul dari klub-klub senam di Payakumbuh.
Perunggu Jadi Barometer Evaluasi Pelatih
Pelatih senam Payakumbuh, Siska Fitri Yani, mengapresiasi daya juang anak asuhnya selama bertanding. Ia menilai medali perunggu tetap bernilai penting meski belum menyentuh podium tertinggi.
"Kerja keras dan semangat anak-anak patut diacungi jempol. Walaupun belum meraih emas, ini adalah modal berharga. Perjalanan mereka masih sangat panjang, dan Porprov tahun ini hanyalah garis start bagi generasi baru senam Payakumbuh," tutur Siska.
Bagi Payakumbuh, satu medali dari kategori trio menambah koleksi perolehan daerah di klasemen Porprov Sumatera Barat 2026. Cabang senam aerogym kategori trio sendiri diikuti sejumlah daerah dengan atlet-atlet usia muda.
Persani Kota Payakumbuh menyatakan akan melanjutkan pembinaan terhadap Alesha, Tsafani, dan Adiba. Ketiganya diproyeksikan masuk program latihan berjenjang menuju kompetisi tingkat provinsi maupun nasional.