Anggota DPD RI Irman Gusman meminta Pemerintah Kabupaten Solok mengevaluasi sistem mitigasi bencana pascabanjir bandang di Arosuka, Sumatera Barat. Evaluasi mencakup kesiapsiagaan, koordinasi antarlembaga, hingga pemenuhan kebutuhan warga terdampak. Bupati Solok Jon Firman Pandu melaporkan sekitar 95 persen rumah warga sudah dibersihkan dari lumpur.
SOLOK — Permintaan evaluasi itu disampaikan Irman Gusman saat berada di Solok, Sabtu. Menurutnya, banjir bandang yang melanda kawasan Arosuka harus jadi titik balik perbaikan penanganan bencana, bukan sekadar respons darurat yang selesai setelah air surut.
Ia menilai kejelasan kewenangan, ketersediaan sumber daya, dan ketepatan penyaluran bantuan menjadi tiga faktor penentu efektivitas penanganan bencana. Penilaian itu ia tarik dari pengalaman terlibat dalam sejumlah bencana besar di Indonesia, termasuk tsunami Aceh.
Mengapa Evaluasi Mitigasi Jadi Prioritas?
Irman menyoroti posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Ancaman gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan banjir bandang menuntut sistem mitigasi yang terencana, bukan reaksi spontan saat bencana tiba.
Selain mitigasi struktural, ia menyebut pengelolaan lingkungan dan perhatian terhadap perubahan iklim sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya mengurangi risiko bencana. Evaluasi hasil kunjungan itu diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah dan pemangku kepentingan merumuskan langkah penanganan yang lebih baik.
"Bencana ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi upaya mitigasi dan penanganan bencana agar ke depan kesiapsiagaan serta koordinasi antar lembaga semakin baik," kata Irman.
95 Persen Rumah Warga Sudah Bersih dari Lumpur
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengungkapkan banjir bandang di Arosuka berdampak pada permukiman warga dan kompleks perkantoran pemerintah. Bencana datang setelah wilayah setempat dilanda musim kemarau hampir tiga bulan, lalu diikuti hujan berintensitas tinggi.
Penanganan darurat dan pembersihan material melibatkan Pemkab Solok bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan berbagai unsur terkait. Dukungan alat berat, ekskavator, truk, dan sarana operasional lainnya mempercepat pemulihan kawasan terdampak.
Jon Firman menyebut sekitar 95 persen rumah warga terdampak telah dibersihkan dari lumpur. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan penanganan jaringan listrik juga dilakukan untuk mendukung pemulihan aktivitas warga.
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jadi Tahap Berikutnya
Tahapan yang kini menjadi perhatian pemerintah daerah ialah rehabilitasi dan rekonstruksi. Fokusnya mencakup penanganan rumah warga yang rusak, pemulihan kawasan perkantoran, serta pengembalian fungsi pelayanan publik agar berjalan optimal.
Pemkab Solok menilai dukungan lintas sektor masih dibutuhkan agar pemulihan pascabencana berlangsung terencana dan berkelanjutan. Koordinasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk menangani dampak bencana sesuai kebutuhan di lapangan.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kementerian terkait, unsur kebencanaan, relawan, tenaga ahli, dan pihak lain yang membantu penanganan bencana. Pemerintah daerah berharap dukungan tersebut berlanjut, khususnya untuk perbaikan rumah rusak, pemulihan infrastruktur, serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kunjungan anggota DPD RI itu menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah, perwakilan daerah di tingkat nasional, dan unsur kebencanaan dalam mendukung pemulihan warga terdampak banjir bandang di Arosuka.