SUMATERA BARAT — Sejumlah pendukung Manchester United menuntut sanksi berat untuk Manchester City setelah komisi independen menyatakan rival sekota itu bersalah atas pelanggaran regulasi finansial Premier League periode 2009 hingga 2018. Desakan disuarakan menjelang laga kontra Tottenham Hotspur di Old Trafford pada Sabtu (10/10/2026), mulai dari degradasi ke National League hingga pemotongan poin bertahap.
Keputusan komisi independen yang menyatakan Manchester City melanggar aturan finansial Premier League selama sembilan tahun memicu reaksi keras dari tribun Old Trafford. Para suporter Manchester United menilai hukuman ringan tidak akan cukup untuk memulihkan integritas kompetisi yang mereka anggap dicederai selama bertahun-tahun.
Sejumlah pendukung menyoroti keuntungan finansial ilegal yang dinikmati City sepanjang periode pelanggaran. Menurut mereka, Arsenal, Liverpool, dan Manchester United jadi pihak paling dirugikan karena harus bersaing dengan klub yang bergerak di luar batas regulasi.
Dua Kali Runner-up, MU Dianggap Paling Terdampak
Manchester United tercatat dua kali finis sebagai runner-up di era dominasi City. Suporter menyebut posisi itu sebagai kerugian langsung yang tidak bisa dikembalikan hanya dengan permintaan maaf atau denda.
Dari kalangan pendukung MU, tuntutan mengarah pada sanksi paling berat. Degradasi ke National League disebut sebagai opsi yang paling adil, mengacu pada kasus Glasgow Rangers di Skotlandia yang pernah dijatuhi hukuman serupa.
Opsi Pemotongan Poin Bertahap Jadi Alternatif
Selain degradasi langsung, sebagian suporter mengusulkan pemotongan poin yang dilakukan bertahap selama beberapa musim. Skema itu dinilai lebih memberi efek jera tanpa harus mengeluarkan City dari kompetisi dalam sekali keputusan.
Desakan ini muncul di tengah ketegangan menjelang pertemuan MU dengan Tottenham Hotspur di Old Trafford. Laga tersebut menjadi panggung pertama bagi suporter untuk menyuarakan protes secara langsung di stadion.
Preseden Glasgow Rangers Jadi Rujukan
Kasus Rangers pada 2012 sering disebut sebagai pembanding. Klub Skotlandia itu sempat dipaksa turun ke kasta keempat akibat masalah finansial, dan suporter MU melihat situasi City punya kemiripan dari sisi pelanggaran sistematis.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Manchester City maupun Premier League terkait tuntutan suporter tersebut. Keputusan akhir soal sanksi masih menunggu proses lanjutan dari komisi independen.
Jadwal Laga dan Sorotan Suporter
Laga Manchester United kontra Tottenham Hotspur dijadwalkan berlangsung di Old Trafford pada Sabtu (10/10/2026). Suasana di tribun diprediksi akan diwarnai aksi protes terhadap keputusan komisi independen yang menyatakan City bersalah.
Bagi suporter MU, pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin. Mereka ingin memastikan bahwa pesan soal integritas kompetisi sampai ke telinga otoritas Premier League.