PARIAMAN — Rapat dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Agenda utamanya memetakan perkembangan penanganan dan pemulihan layanan kesehatan, rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan, serta dukungan anggaran pascabencana di wilayah Sumatera.
Pemerintah Kota Pariaman mengikuti rapat itu lewat konferensi video. Wawako Mulyadi berada di ruang kerjanya di Balaikota Pariaman selama pembahasan berlangsung.
Mendagri Apresiasi Kemenkes yang Bergerak Sebelum Anggaran Rehab Turun
Tito Karnavian menilai Kementerian Kesehatan bergerak cepat sejak masa tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Menurutnya, Kemenkes sudah melakukan langkah darurat dan perbaikan awal faskes publik di lapangan bahkan sebelum seluruh mata anggaran rehabilitasi resmi diturunkan.
Dia juga menyoroti pemulihan operasional rumah sakit umum daerah di wilayah terdampak sebagai bagian dari pembahasan.
"Hari ini kita membahas secara khusus perkembangan pemulihan infrastruktur dasar, dengan fokus utama pada pemulihan pelayanan kesehatan publik, mulai dari Puskesmas dan Poskesdes yang anggaranya berasal dari pemerintah pusat," ujar Tito Karnavian.
Menkes: Layanan IGD hingga Hemodialisis Jadi Prioritas
Budi Gunadi Sadikin menjelaskan perbaikan fisik sejumlah fasilitas kesehatan memang membutuhkan waktu. Meski begitu, layanan vital seperti instalasi gawat darurat, ruang operasi, dan layanan hemodialisis tetap diprioritaskan agar segera beroperasi.
"Untuk saat ini, seluruh layanan Kesehatan sudah bisa berjalan optimal, dan semua sarana pelayanan Kesehatan yang dibangun maupun direhab. Diantaranya sudah ada yang mencapai 100 persen, lainya berada di angka 70-50 persen, dan hanya sedikit yang berada dibawah 50-30 persen," jelas Budi Gunadi Sadikin.
Dua Puskesmas dan Tujuh Poskesdes di Pariaman Masuk Sasaran Bantuan
Mulyadi menyebut Kota Pariaman termasuk daerah yang menerima dana bantuan untuk pembangunan dan rehab fasilitas kesehatan, baik di tingkat puskesmas maupun poskesdes. Totalnya ada 2 puskesmas dan 7 poskesdes yang masuk daftar.
Rinciannya, Puskesmas Pariaman dan Puskesmas Marunggi. Untuk poskesdes meliputi Punggung Ladiang, Kuraitaji, Cubadak Mentawai, Koto Marapak, Naras, Sikapak, dan Hulu Banda.
"Fasilitas Kesehatan kita, ada 2 Puskesmas dan 7 Poskesdes. Yakni Puskesmas Pariaman dan Puskesmas Marunggi, untuk Poskesdes Punggung Ladiang, Kuraitaji, Cubadak Mentawai, Koto Marapak, Naras, Sikapak dan Hulu Banda," tutup Mulyadi.
Rapat ini menjadi bagian dari koordinasi lintas kementerian untuk memastikan layanan kesehatan dasar di wilayah Sumatera terdampak bencana kembali normal. Pemerintah pusat memegang kendali anggaran, sementara pemerintah daerah menyiapkan data fasilitas mana saja yang perlu diprioritaskan perbaikannya.