Pencarian

Danantara Indonesia Trust Alokasikan Rp1,79 Triliun per Tahun untuk Program Sosial

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 13:19:01 WIB
Danantara Indonesia Trust Alokasikan Rp1,79 Triliun per Tahun untuk Program Sosial
Danantara Indonesia Trust mengalokasikan dana filantropi sekitar Rp1,79 triliun per tahun untuk program sosial di sektor pendidikan, kesehatan, serta air bersih dan sanitasi.

SUMATERA BARAT — Danantara Indonesia Trust menyiapkan dana filantropi USD100 juta atau sekitar Rp1,79 triliun per tahun untuk membiayai program sosial di sektor pendidikan, kesehatan, serta air bersih dan sanitasi. Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Aliansi Mahasiswa dan Milenial untuk Indonesia (AMMI), yang menilai dana itu bisa memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar.

Aliansi Mahasiswa dan Milenial untuk Indonesia (AMMI) menilai alokasi dana filantropi Danantara Indonesia Trust sebagai langkah penting untuk memperkuat pembangunan manusia. Organisasi itu menyoroti peran Chief Executive Officer (CEO) Daya Anagata Nusantara (Danantara) sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust, Rosan Perkasa Roeslani, dalam mendorong kontribusi sosial lembaga tersebut.

Ketua AMMI Nur Hasanah menyampaikan apresiasinya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (17/10). Menurut dia, inisiatif itu menunjukkan pentingnya menyelaraskan penciptaan nilai ekonomi dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami mengapresiasi Pak Rosan Roeslani yang mendorong penguatan peran Danantara tidak hanya dalam pengelolaan investasi strategis, tetapi juga dalam mendukung program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Nur.

Ia menambahkan, komitmen dana filantropi Rp1,79 triliun per tahun merupakan langkah penting untuk memperkuat pembangunan manusia dan memperluas akses terhadap layanan dasar.

Tiga Sektor yang Jadi Prioritas

Pendanaan Danantara Indonesia Trust diarahkan ke tiga bidang: pendidikan, kesehatan, serta penyediaan air bersih dan sanitasi. Nur menilai ketiga sektor itu fundamental karena menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dukungan pendanaan melalui program filantropi diharapkan membantu mengatasi berbagai tantangan sosial sekaligus memperluas kesempatan bagi masyarakat. Nur mencontohkan program beasiswa bagi mahasiswa, peningkatan kapasitas tenaga medis dan tenaga kesehatan, serta pengembangan akses air bersih dan sanitasi.

Menurut dia, program-program tersebut tidak hanya memberi manfaat langsung kepada penerima. Ada efek berantai yang lebih luas, yakni peningkatan produktivitas dan daya saing bangsa.

“Pembangunan yang berkualitas bukan hanya tentang besarnya investasi atau pertumbuhan ekonomi, melainkan juga tentang bagaimana hasil pembangunan bisa dirasakan oleh masyarakat luas,” katanya.

Transparansi Jadi Sorotan

AMMI menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran dalam pelaksanaan program filantropi. Informasi soal penyaluran dana, penerima manfaat, dan capaian program perlu disampaikan terbuka agar publik bisa menilai dampaknya.

Nur berharap program tersebut menjangkau kelompok yang membutuhkan perhatian lebih. Di antaranya mahasiswa dari keluarga kurang mampu, masyarakat di wilayah tertinggal, serta warga di daerah dengan keterbatasan akses fasilitas kesehatan dan air bersih.

“Kami berharap komitmen ini dapat dijalankan secara konsisten, transparan, dan tepat sasaran. Dukungan filantropi harus menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan dan kesehatan,” tegas Nur.

Dorong Kolaborasi Lintas Pemangku Kepentingan

AMMI mendorong penguatan kolaborasi antara Danantara Indonesia Trust, pemerintah, perguruan tinggi, organisasi sosial, dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi itu dinilai penting agar dana filantropi dikelola efektif dan menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Nur menegaskan, inisiatif filantropi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat perlu didukung dengan tetap mengedepankan transparansi, akuntabilitas, pemerataan, dan keberlanjutan.

Bagi Danantara, alokasi Rp1,79 triliun per tahun ini memperluas peran lembaga tersebut dari pengelola investasi strategis menjadi penyokong program sosial. Besaran dana itu setara dengan komitmen tahunan yang cukup besar untuk skala filantropi korporasi di Indonesia, sehingga tata kelola dan pelaporannya akan menjadi ujian tersendiri.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks