SUMATERA BARAT — Memilih minuman untuk anak sering dimulai dari rasa yang mereka sukai, padahal komposisi di balik kemasan sama pentingnya. Kenali tiga bahan utama yang perlu ibu cermati, plus cara membaca label gizi, agar pilihan minuman anak tetap mendukung tumbuh kembangnya.
Anak usia 6-12 tahun sedang di puncak aktivitas: sekolah, bermain, sampai ekstrakurikuler. Di fase sibuk seperti ini, minuman pendamping sering dipilih karena rasanya disukai anak, sementara komposisinya luput dicek.
Padahal informasi di kemasan bisa jadi alat bantu paling praktis. Ibu tak perlu menghafal istilah gizi rumit, cukup tahu apa yang harus dicari di label sebelum produk masuk keranjang belanja.
Mulai dari Label Komposisi, Bukan dari Iklan
Saat memilih minuman susu untuk anak, penampilan kemasan dan rasa memang jadi pertimbangan awal. Namun ada satu hal yang sebaiknya dicek lebih dulu: daftar bahan di bagian komposisi.
Lewat label, orang tua bisa mengetahui informasi nilai gizi, kandungan gula, vitamin, dan mineral dalam minuman tersebut. Kebiasaan membaca label membuat ibu lebih cermat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan anak.
Dengan begitu, memilih minuman bukan sekadar soal rasa dan kemasan. Kandungan bahan ikut dipertimbangkan agar pola makan anak tetap seimbang.
1. Susu Sapi Asli: Sumber Kalsium dan Fosfor
Susu sapi asli yang telah dipasteurisasi mengandung kalsium, fosfor, dan protein yang mendukung tumbuh kembang anak. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut anak di masa pertumbuhan membutuhkan vitamin D dan kalsium untuk membangun tulang kuat.
Kandungan lemak pada susu juga berperan dalam pertumbuhan serta perkembangan pola makan anak. Karena itu, cek apakah produk minuman anak benar-benar berbahan susu sapi asli, bukan hanya perisa susu.
2. Vitamin B Kompleks dan Malt: Pendukung Energi
Vitamin B kompleks terdiri dari B2, B3, B6, dan B12 yang berperan dalam metabolisme untuk menghasilkan energi. Menurut PubMed Central, vitamin B2 membantu mencegah migrain dan nyeri pada anak atau remaja, sementara B3 penting untuk menyeimbangkan metabolisme saat tumbuh.
Vitamin B6 berfungsi menguatkan fungsi otak dan mencegah gangguan saraf. Adapun B12 mendukung perkembangan motorik, keterampilan bicara dan bahasa, serta menjaga mood anak.
Malt dari biji-bijian membantu pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak, sehingga anak tetap fokus. Dr. Axe menyebut malt sebagai makanan berbahan biji-bijian yang mudah diserap dan bermanfaat menjaga kesehatan usus.
3. Zat Besi: Penting untuk Otak dan Darah
Zat besi membantu pembentukan sel-sel otot dan memperlancar sel darah merah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. CDC juga mencatat zat besi mendukung perkembangan otak anak di masa pertumbuhan.
Kebutuhan ini mudah terlewat kalau anak hanya minum minuman manis tanpa kandungan gizi. Karena itu, cocokkan selalu daftar bahan dengan kebutuhan anak sehari-hari.
Sarapan dan Segelas Susu, Kombinasi yang Perlu Dijaga
American Academy of Pediatrics menyarankan orang tua mengingatkan anak untuk selalu sarapan. Kalau dilewatkan dan jadi kebiasaan, dampaknya bisa memengaruhi kesehatan serta aktivitas akademik anak di sekolah.
Menambahkan segelas minuman berbahan susu sapi asli dan malt asli tanpa krimer bisa jadi pendamping sarapan. Tetap imbangi dengan makanan bergizi lengkap, ya, Bu.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter Anak
Bila anak menunjukkan alergi susu sapi, gangguan pencernaan berulang, atau berat badan tidak naik sesuai usianya, segera konsultasikan ke dokter anak. Konsultasi juga diperlukan jika ibu ragu soal kebutuhan kalsium, zat besi, atau vitamin B anak.
Membaca komposisi kemasan cuma butuh satu menit, tapi manfaatnya panjang untuk pola makan anak. Biasakan cek label sebelum membeli, mulai dari kemasan minuman favoritnya di rumah.