Pencarian

Pabrik Sawit Anak Usaha Palma Serasih (PSGO) di Kutai Timur Terbakar

Rabu, 21 Oktober 2026 • 15:50:01 WIB
Pabrik Sawit Anak Usaha Palma Serasih (PSGO) di Kutai Timur Terbakar
Pabrik kelapa sawit milik PT Nusaraya Agro Sawit di Kutai Timur terbakar pada 18 Oktober 2026.

SUMATERA BARAT — PT Palma Serasih Tbk (PSGO) melaporkan pabrik kelapa sawit milik anak usahanya, PT Nusaraya Agro Sawit (NASA), terbakar pada 18 Oktober 2026. Insiden terjadi di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Perusahaan memastikan tidak ada korban jiwa dan operasional perkebunan tetap berjalan normal.

Paragraf pembuka: Kebakaran menghanguskan fasilitas pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Nusaraya Agro Sawit, entitas anak PT Palma Serasih Tbk. Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Palma Serasih, Astrida Niovita Bachtiar, menyampaikan laporan insiden itu melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia. Lokasi pabrik berada di Kecamatan Kongbeng, berbatasan langsung dengan Kecamatan Muara Wahau.

Tak Ada Korban, Kerugian Masih Dihitung

Manajemen memastikan insiden tidak menimbulkan korban jiwa maupun dampak kerusakan yang berarti. Perusahaan juga menegaskan kegiatan operasional perkebunan tetap berjalan sesuai norma.

"NUSA tetap berjalan normal dengan mengoptimalkan kapasitas olah PKS entitas anak perusahaan lainnya, sehingga target kinerja tetap dapat tercapai," ucap Astrida dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu (21/10).

Meski begitu, Palma Serasih belum bisa memastikan besaran materiil dari kebakaran tersebut. Perusahaan menyatakan tengah menghitung nilai kerugian dan berkomitmen mengutamakan aspek keselamatan dalam penanganan pascainsiden.

Skala Kebun dan Produksi Palma Serasih

Berdasarkan laporan tahunan 2025, Palma Serasih mengelola lahan inti seluas 20.300 hektare dan lahan plasma 7.700 hektare. Total area tertanam mencapai 28.000 hektare, dengan 99 persen berupa tanaman menghasilkan dan hanya 1 persen tanaman belum menghasilkan.

Sepanjang 2025, perusahaan memproduksi 480.800 ton tandan buah segar (TBS) dari kebun inti dan plasma. Pabriknya menghasilkan 140.200 ton minyak kelapa sawit (MKS) serta 21.600 ton inti kelapa sawit (IKS).

Dengan skala produksi sebesar itu, gangguan pada satu fasilitas PKS berpotensi memengaruhi laju pengolahan TBS bila tidak segera dialihkan ke pabrik lain. Manajemen mengklaim kapasitas PKS entitas anak lain masih memadai untuk menyerap pasokan.

Prospek 2026 dan Tekanan Biaya

Manajemen Palma Serasih menilai prospek industri kelapa sawit tahun 2026 tetap positif. Ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina dan Timur Tengah berpotensi mengganggu rantai pasok global serta mendorong kenaikan harga energi. Kondisi itu dapat memicu pemerintah menerapkan mandatori biodiesel B45 atau B50 sebagai antisipasi krisis energi.

Namun, pertumbuhan pasokan minyak sawit berpotensi tertekan. Peremajaan sawit rakyat masih di bawah target, perubahan iklim, keterbatasan tenaga kerja, usia tanaman yang menua, dan persoalan legalitas lahan menjadi sederet hambatan.

Ekspansi juga terkendala keterbatasan lahan dan pengetatan regulasi. Perang tarif serta standar keberlanjutan yang makin ketat berpotensi menaikkan biaya operasional dan kepatuhan emiten berkode PSGO ini.

Siapa di Balik Kendali Palma Serasih

Struktur kepemilikan Palma Serasih dikendalikan Sohat Chairil sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) dengan porsi 78 persen. Kepemilikan itu terdiri atas 43 persen melalui PT Jalinankasih Sesama dan 35 persen lewat PT Serasih Holdico.

Kebakaran di Kutai Timur menjadi ujian bagi Palma Serasih untuk membuktikan klaim ketahanan operasionalnya. Pasar akan menunggu angka final kerugian dan dampaknya terhadap kinerja kuartal IV 2026, di tengah harga minyak sawit yang masih dibayangi ketidakpastian global.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks