KONI Sawahlunto Evaluasi Kesiapan Atlet POBSI Jelang Porprov 2026, Target Medali Emas Dicanangkan

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:01:01 WIB
Ketua Tim Monev KONI Sawahlunto memimpin evaluasi kesiapan atlet POBSI menjelang Porprov 2026.

SAWAHLUNTO — KONI Kota Sawahlunto tidak ingin kecolongan. Menjelang Porprov 2026 yang masih dua tahun lagi, mereka sudah mulai memetakan kekuatan atlet dari berbagai cabang olahraga. Salah satu yang mendapat perhatian serius adalah POBSI, yang dinilai punya peluang besar menyumbang medali.

Ketua Tim Monev I KONI Kota Sawahlunto, Boy Purbadi, memimpin langsung sesi evaluasi di arena latihan biliar. Ia tidak sekadar mengecek fisik atlet, tetapi juga memastikan pemahaman mereka terhadap aturan teknis pertandingan terbaru.

Regulasi dan Administrasi Jadi Fondasi Awal

Menurut Boy, banyak atlet potensial gagal di ajang resmi bukan karena kalah teknik, melainkan karena masalah administrasi atau kurang paham regulasi. “Penguasaan aturan pertandingan dan ketertiban administrasi atlet adalah pondasi yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya di hadapan pengurus dan atlet POBSI.

Ia menambahkan, kesalahan administratif seperti dokumen peserta tidak lengkap bisa berakibat fatal. Tim monev pun memeriksa satu per satu kelengkapan berkas para atlet biliar Sawahlunto.

Konsistensi Latihan Jadi PR Utama

Di luar urusan kertas, fokus utama evaluasi ini adalah peningkatan kualitas latihan. Boy menekankan bahwa monitoring berkala merupakan komitmen berkelanjutan KONI untuk memastikan setiap cabang olahraga berada di jalur persiapan yang tepat.

“Persiapan yang matang menjadi kunci utama untuk meraih hasil terbaik. Kami berharap atlet POBSI Kota Sawahlunto mampu menunjukkan performa terbaik dan mempersembahkan medali emas untuk Kota Sawahlunto pada Porprov 2026,” kata Boy optimistis.

Target Besar dari Kota Tambang

Sawahlunto memang bukan kota besar, tapi ambisi di bidang olahraga tidak boleh kecil. KONI menargetkan POBSI tidak sekadar jadi peserta pelengkap. Cabang olahraga ini diharapkan bisa memberi kontribusi signifikan dalam perolehan medali.

Boy menilai, kesiapan yang dibangun sejak dini menjadi modal krusial. Dengan waktu dua tahun, atlet bisa mematangkan teknik sekaligus memetakan kekuatan lawan dari daerah lain di Sumatera Barat.

Sinergi antara pengurus KONI, tim monev, pelatih, dan atlet pun terus diperkuat. Semua elemen di POBSI Sawahlunto diminta menjaga api semangat dan tetap fokus pada target yang sudah dicanangkan bersama.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: fajarsumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top