Pencarian

Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi 2.100 Meter, 59 Gempa Letusan Tercatat Sehari

Kamis, 16 Juli 2026 • 11:19:31 WIB
Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi 2.100 Meter, 59 Gempa Letusan Tercatat Sehari
Kolom abu vulkanik setinggi 2.100 meter terpancar dari puncak Gunung Dukono saat erupsi, Kamis (16/7/2026) pukul 06.50 WIT.

SUMATERA BARAT — Gunung Dukono yang berada di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Erupsi terbaru terjadi pukul 06.50 WIT, Kamis (16/7/2026), dengan kolom abu putih hingga kelabu tebal yang bergerak ke arah utara. Petugas Pos Pantau Gunung Bambang Sugiono menyatakan erupsi masih berlangsung saat laporan disusun.

Rekor Aktivitas Sepekan: 59 Kali Letusan dan Tremor Menerus

Data PVMBG periode Rabu (15/7) pukul 00.00-24.00 WIT menunjukkan intensitas kegempaan yang signifikan. Selain 59 gempa letusan dengan amplitudo 6-17 mm dan durasi hingga 270,9 detik, terdeteksi pula lima gempa low frequency. Satu gempa terasa skala II MMI dengan amplitudo 34 mm dan durasi 260,9 detik juga tercatat, bersama tiga gempa tektonik jauh dan satu tremor menerus.

Sepanjang 2026, gunung ini telah meletus sebanyak 222 kali. Angka tersebut menjadikan Dukono sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang membutuhkan kewaspadaan berkelanjutan.

Radius Bahaya dan Imbauan Penggunaan Masker

PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 km. Imbauan ini lebih ketat dari radius standar status Waspada yang umumnya 1-2 km, mengingat karakter letusan Dukono yang periodik dan sulit diprediksi arah sebaran abunya.

"Selalu gunakan masker," imbau Bambang Sugiono. Abu vulkanik yang beterbangan mengikuti arah dan kecepatan angin dapat mengganggu sistem pernapasan. Oleh karena itu, warga di sekitar gunung diminta menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut setiap saat.

Karakter Letusan dan Ancaman Abu yang Tak Menentu

Tinggi kolom letusan yang teramati mencapai 2.100 meter di atas puncak, atau sekitar 3.187 meter di atas permukaan laut. Material abu dengan intensitas tebal berpotensi mengganggu penerbangan dan aktivitas warga di wilayah terdampak. PVMBG menekankan bahwa area landaan abu tidak tetap karena bergantung pada arah dan kecepatan angin.

Hingga pukul 09.20 WIB, status Gunung Dukono masih berada di Level II atau Waspada. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks