TANAH DATAR — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memastikan pembangunan Sabodam di Nagari Sungai Jambu berjalan sesuai target. Bupati Eka Putra meninjau langsung lokasi proyek untuk memantau progres fisik dan memastikan tidak ada hambatan teknis di lapangan.
Proyek pengendali sedimen ini menjadi prioritas setelah bencana banjir bandang dan galodo melanda sejumlah wilayah pada 2024 lalu. Sabodam dirancang untuk menahan material batu, lumpur, dan kayu yang terbawa arus sungai saat debit air meningkat drastis akibat hujan ekstrem.
Bupati Eka Putra menyampaikan bahwa pengerjaan Sabodam berjalan lancar tanpa kendala berarti. “Alhamdulillah, progres pembangunan Sabodam di Nagari Sungai Jambu sudah mencapai 12 persen. Hingga saat ini pengerjaannya berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kita berharap pembangunan ini selesai tepat waktu sehingga masyarakat tidak lagi merasa cemas ketika curah hujan tinggi terjadi,” ujarnya.
Pemerintah daerah menargetkan infrastruktur ini selesai pada Desember 2027. Dengan progres yang sesuai jadwal, proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang mitigasi bencana hidrometeorologi di kawasan rawan terdampak aliran sungai dan lereng perbukitan.
Kabid Pemanfaatan dan Pengendalian Sumberdaya Air Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Tanah Datar, Netrizal, menjelaskan bahwa pembangunan pengendali lahar atau sedimen kawasan Gunung Marapi ini mencakup tiga unit Sabodam di Batang Malana (Sungai Jambu). Selain itu, pemerintah juga membangun satu river training work di Batang Pagu-Pagu.
Infrastruktur ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi—bencana yang dipicu kondisi cuaca dan iklim ekstrem, seperti hujan intensitas tinggi yang memicu banjir bandang, longsor, hingga galodo.
Keberadaan Sabodam sangat vital untuk mengurangi risiko bencana di kawasan rawan yang berada di aliran sungai dan lereng Gunung Marapi. Material seperti batu, lumpur, dan kayu yang terbawa arus saat debit air meningkat dapat ditahan oleh struktur ini, sehingga mengurangi dampak kerusakan di permukiman warga.
Pemerintah daerah berharap pembangunan infrastruktur pengendali bencana ini memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjadi upaya jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana di Tanah Datar. Dengan progres yang terkendali, proyek Sabodam di Nagari Sungai Jambu menjadi salah satu prioritas utama pemulihan dan mitigasi pascabencana 2024.