BUKITTINGGI — Erupsi Gunung Marapi terjadi pagi ini pukul 08:42 WIB, terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi satu menit 25 detik. Petugas Pos PGA Marapi mencatat kolom abu teramati mencapai dua kilometer di atas puncak gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu.
PVMBG mengeluarkan rekomendasi ketat menyusul aktivitas terbaru ini. Masyarakat, termasuk pendaki, pengunjung, dan wisatawan, dilarang keras memasuki atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi, yakni Kawah Verbeek. Status Gunung Marapi masih bertahan pada Level II atau Waspada.
Potensi bahaya tidak hanya dari semburan abu dan material vulkanik langsung. PVMBG memperingatkan ancaman lahar dingin yang dinilai cukup tinggi, terutama jika wilayah puncak diguyur hujan lebat. Warga yang bermukim di sekitar lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kesiapsiagaan.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau segera menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Perlengkapan pelindung mata dan kulit juga disarankan. Warga juga diminta mengamankan sumber air bersih serta membersihkan atap rumah dari timbunan abu tebal agar tidak roboh.
Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam saat ini terus melakukan koordinasi intensif dengan Pos PGA Marapi di Bukittinggi untuk memantau perkembangan situasi terkini secara real-time. Pihak berwenang juga meminta masyarakat menjaga kondusivitas dan tidak menyebarkan narasi bohong atau hoaks terkait kondisi Gunung Marapi.