BUKITTINGGI — Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, meninjau langsung lokasi kebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Parak Kopi, Senin lalu. Kebakaran yang terjadi pada siang hari itu menghanguskan puluhan rumah dan memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Erman Safar tiba di lokasi beberapa jam setelah api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. Ia berjalan menyusuri puing-puing bangunan yang masih menyisakan asap, berdialog dengan warga yang kehilangan tempat tinggal, serta memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.
Berdasarkan data sementara dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bukittinggi, sedikitnya 40 unit rumah ludes dilalap api dalam peristiwa tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian materi ditaksir mencapai miliaran rupiah. Ratusan jiwa dari berbagai kepala keluarga kini mengungsi di tenda darurat yang didirikan di lapangan dekat lokasi kejadian.
Pemerintah Kota Bukittinggi langsung bergerak cepat dengan mendirikan dapur umum di titik pengungsian. Bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, dan pakaian layak pakai mulai didistribusikan pada malam hari setelah kebakaran. "Kami pastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Posko pengungsian akan beroperasi 24 jam," ujar Erman Safar saat ditemui di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas. Namun, berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, api pertama kali terlihat dari salah satu rumah di bagian tengah permukiman. Angin kencang yang bertiup saat kejadian membuat api menyebar dengan cepat ke rumah-rumah di sekitarnya yang mayoritas berdinding kayu.
Pemerintah kota saat ini masih melakukan pendataan detail terhadap warga terdampak. Wali Kota meminta Dinas Sosial dan BPBD setempat untuk mempercepat proses verifikasi data korban agar bantuan bisa disalurkan secara tepat sasaran. Ia juga menginstruksikan camat dan lurah untuk menyiapkan lokasi relokasi sementara bagi warga yang rumahnya tidak bisa lagi dihuni.