BUKITTINGGI — UIN Syekh Djamil Djambek Bukittinggi untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah konferensi internasional NICMCR. Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi akademisi lintas negara untuk mempresentasikan riset terbaru di bidang multidisiplin dan budaya.
Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si., Rektor UIN Bukittinggi, menyebutkan bahwa tema yang diangkat pada konferensi tahun ini relevan dengan tantangan kontemporer. Riset yang dipresentasikan mencakup kajian budaya lokal, transformasi digital, hingga isu keberlanjutan.
“NICMCR bukan sekadar forum akademik. Ini ruang bagi peneliti Indonesia untuk menunjukkan kontribusinya di kancah global,” ujar Prof. Silfia dalam keterangannya, baru-baru ini.
Konferensi ini dihadiri oleh puluhan peneliti dari dalam dan luar negeri. Beberapa negara yang berpartisipasi antara lain Malaysia, Australia, dan Belanda. Kehadiran mereka memperkuat jejaring riset antara UIN Bukittinggi dengan universitas mitra di Asia dan Eropa.
Para peserta mempresentasikan makalah dalam sesi paralel yang terbagi berdasarkan klaster riset. Setiap sesi dipandu oleh panelis yang merupakan pakar di bidangnya masing-masing.
Menjadi tuan rumah NICMCR dinilai mampu mendongkrak reputasi akademik UIN Bukittinggi. Selain itu, konferensi ini membuka peluang kolaborasi riset dan publikasi bersama bagi dosen serta mahasiswa pascasarjana.
“Kami ingin riset-riset dari Sumatera Barat bisa terindeks secara global. NICMCR adalah salah satu jalannya,” tambah Prof. Silfia.
Rangkaian acara NICMCR berlangsung selama dua hari di kampus UIN Bukittinggi. Selain presentasi makalah, terdapat juga workshop penulisan artikel jurnal internasional dan sesi networking antarpeserta. Hasil konferensi ini rencananya akan diterbitkan dalam prosiding terindeks internasional.