SOLOK — Lahan seluas dua hektare milik Ardison (47) hangus dilalap api. Kobaran baru berhasil dipadamkan setelah 17 personel gabungan dikerahkan selama hampir empat jam.
Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Solok, Zulhelmy Bosy, menyebut laporan diterima pukul 18.26 WIB. Tim tiba di lokasi sembilan menit kemudian dan langsung berupaya menjinakkan api.
“Penanganan selesai sekitar pukul 22.30 WIB dan situasi di lapangan berhasil diamankan,” ujar Zulhelmy, Selasa (2/6/2026).
Untuk memadamkan api, tiga armada gabungan dikerahkan ke lokasi. Satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Koto Baru, satu unit kendaraan rescue Damkar Kabupaten Solok, dan satu unit kendaraan rescue BPBD Kabupaten Solok turun ke lapangan.
Personel gabungan berjibaku melawan api di tengah lahan yang kering. Proses pemadaman berlangsung hingga tengah malam sebelum api benar-benar padam.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya titik api masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan instansi terkait. Belum ada kesimpulan apakah kebakaran terjadi akibat faktor alam atau kelalaian manusia.
Kepala Pelaksana Tugas (Kalaksa) BPBD Kabupaten Solok, Khairul, menyatakan insiden ini tidak terlepas dari cuaca ekstrem. Wilayah tersebut sudah beberapa hari terakhir tidak turun hujan, membuat potensi kebakaran lahan melonjak drastis.
“Kondisi yang sangat kering ini membuat potensi kebakaran lahan melonjak drastis,” jelas Khairul.
Warga sekitar diimbau meningkatkan kewaspadaan. Membakar sampah atau lahan di musim kemarau sangat riskan memicu kebakaran besar yang merugikan petani.