Pacu Itik hingga Kuliner Gulai Itik Lado Hijau, SAKU TABA Digelar untuk Dorong Ekonomi Warga Payakumbuh

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 11:00:15 WIB
Wakil Wali Kota Payakumbuh resmi membuka acara SAKU TABA dengan pelepasan itik sebagai tanda dimulainya pacu itik.

PAYAKUMBUH — Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, membuka secara resmi kegiatan SAKU TABA dengan melepas itik sebagai tanda dimulainya atraksi pacu itik, tradisi khas masyarakat setempat. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sektor budaya dan pariwisata memiliki peran strategis di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan warga.

Potensi Kawasan Sapaku: Dari Pacu Itik hingga Puncak Batu Barigi

Elzadaswarman menilai kawasan Sapaku memiliki modal kuat untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya. Selain tradisi pacu itik yang sudah dikenal luas, daerah ini juga memiliki kekayaan kuliner khas berupa gulai itik lado hijau serta sejumlah objek wisata unggulan seperti Gadih Angik, Panorama Ampangan, dan Puncak Batu Barigi.

“Potensi budaya, pariwisata, dan UMKM harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta.

SAKU TABA Dirancang sebagai Agenda Rutin Akhir Bulan

Lurah Sapaku, Deop Darius, mengatakan SAKU TABA lahir dari keinginan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada publik. Dalam kegiatan tersebut ditampilkan beragam atraksi, mulai dari pacu itik, tari tradisional, silek, randai, hingga hadrah.

“SAKU TABA kami rancang sebagai agenda rutin setiap akhir bulan agar menjadi daya tarik wisata sekaligus wadah promosi bagi pelaku seni dan UMKM,” kata Deop.

Pameran UMKM dan Kerajinan Bambu Jadi Daya Tarik Tambahan

Masyarakat setempat juga menyuguhkan pameran produk UMKM, kerajinan bambu, serta aneka kuliner khas. Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Aua Kuniang, B. Dt. Paduko Marajo, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini.

Ia berharap SAKU TABA dapat terus berlanjut sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Fakta Singkat SAKU TABA Payakumbuh:

  • Atraksi utama: pacu itik, tari tradisional, silek, randai, dan hadrah
  • Kuliner khas: gulai itik lado hijau
  • Objek wisata unggulan: Gadih Angik, Panorama Ampangan, Puncak Batu Barigi
  • Produk UMKM: kerajinan bambu dan aneka kuliner lokal
  • Status: agenda rutin setiap akhir bulan

Dengan menggabungkan kekuatan budaya, tradisi, dan potensi ekonomi lokal, SAKU TABA diharapkan mampu menjadi agenda wisata unggulan yang tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat Payakumbuh.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: padek.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top