PADANG PANJANG — Angka 120 menjadi target awal Program Basunting yang diluncurkan Pemko Padang Panjang. Mereka yang masuk sasaran adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan risiko kekurangan gizi. Bantuan yang disiapkan berupa makanan bergizi dan tambahan susu yang disalurkan melalui Baznas.
Ketua Baznas Novi Hendri menyatakan pihaknya siap mendukung penuh program tersebut. Dana zakat dari para muzakki akan digunakan untuk menyediakan kebutuhan gizi tambahan bagi kelompok rentan.
"Kami sangat antusias dengan adanya kolaborasi ini. Baznas berkomitmen mendukung Program Basunting sebagai bagian dari upaya bersama mencegah stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," ujar Novi dalam sambutannya.
Wali Kota Hendri Arnis menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, program ini menjadi wadah kolaborasi agar pendampingan berjalan optimal.
"Melalui Program Basunting ini, kita ingin memastikan ibu hamil, balita, dan ibu menyusui mendapatkan perhatian yang optimal. Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, insyaallah upaya pencegahan stunting di Kota Padang Panjang dapat berjalan lebih efektif," kata Hendri.
Ia menambahkan, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya diukur dari data statistik, melainkan dari kualitas generasi yang akan lahir. Intervensi sejak dini menjadi kunci menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat Mardalena Wati Yulia yang hadir dalam peluncuran memberikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan Pemko Padang Panjang. Ia menilai kolaborasi dengan Baznas menjadi contoh sinergi yang baik dalam mendukung program nasional penurunan stunting.
"Kami mengapresiasi komitmen Pemko yang terus bergerak dalam pencegahan stunting. Terima kasih juga kepada Baznas yang telah ikut mendukung Program Basunting bersama Pemerintah Daerah. Kegiatan seperti ini selalu menjadi perhatian Pemerintah Pusat sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting nasional," ujar Mardalena.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat. Targetnya, Padang Panjang mampu mencapai zero stunting dan melahirkan Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Angka stunting di Sumatera Barat masih menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah. Padang Panjang sebagai salah satu kota dengan komitmen kuat dalam percepatan penurunan stunting terus menghadirkan program inovatif. Basunting menjadi salah satu bentuk intervensi yang melibatkan pendanaan dari Baznas, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran daerah.
Peluncuran yang dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, dan berbagai pemangku kepentingan menandakan program ini berjalan lintas sektor. Pendampingan dan pemenuhan gizi bagi 120 sasaran diharapkan menjadi pilot project yang bisa diperluas ke depannya.