SUMATERA BARAT — Hutama Karya tak hanya butuh pekerja lapangan. Perusahaan konstruksi pelat merah itu tengah menyiapkan kader-kader baru yang paham soal jalan tol, jembatan, hingga manajemen proyek. Lewat kerja sama dengan Universitas Andalas (Unand), kedua pihak sepakat menggarap program pendidikan dan riset yang relevan dengan kebutuhan industri.
Kolaborasi Riset dan Pendidikan Langsung ke Proyek
Kerja sama ini mencakup program pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dan dosen Unand bisa mengakses data dan lokasi proyek Hutama Karya untuk bahan penelitian. Sebaliknya, perusahaan bisa memanfaatkan hasil riset kampus untuk menyelesaikan tantangan teknis di lapangan.
Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, mengatakan kolaborasi ini bukan sekadar seremoni. “Kami ingin link and match antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan. Unand punya banyak riset yang bisa kami terapkan langsung di proyek,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dampak Langsung ke Mahasiswa dan Pekerja Lokal
Bagi mahasiswa, kerja sama ini membuka peluang magang dan kerja di proyek-proyek Hutama Karya. Mereka tak hanya belajar teori, tapi juga praktik nyata di lapangan. Ini penting karena proyek infrastruktur seperti Jalan Trans Sumatera butuh tenaga kerja yang paham standar konstruksi modern.
Di sisi lain, Hutama Karya juga bisa menjaring bibit unggul lebih awal. Perusahaan tak perlu lagi repot mencari tenaga ahli dari luar daerah. Unand sebagai kampus terbesar di Sumatera Barat jadi pemasok SDM potensial yang sudah teruji.
Target ke Depan: Lebih Banyak Proyek Riset Terapan
Keduanya sepakat memperluas cakupan kerja sama ke depannya. Tak hanya pendidikan dan riset, tapi juga pelatihan bersertifikat dan program vokasi. Hutama Karya juga berencana melibatkan Unand dalam kajian teknis proyek-proyek baru di Sumatera.
Bagi industri konstruksi tanah air, kolaborasi semacam ini jadi contoh bagaimana BUMN dan kampus bisa saling mengisi. Di tengah tuntutan efisiensi dan kualitas, SDM yang mumpuni jadi kunci utama. Hutama Karya dan Unand tampaknya tak mau ketinggalan.