Ancaman El Nino Godzilla Makin Nyata, Pakar ITB Beberkan Dua Biang Kerok Listrik Padam di Jawa

Penulis: Muzakir Salim  •  Senin, 15 Juni 2026 | 21:59:31 WIB
Pakar ITB jelaskan dua penyebab utama pemadaman listrik di Jawa.

SUMATERA BARAT — Warga di Jawa belakangan ini mulai resah karena aliran listrik di rumah kerap padam tanpa jadwal yang jelas. Kevin Marojahan Banjar, pengamat sistem tenaga listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), buka suara. Ia menjelaskan bahwa pemadaman ini dipicu oleh kombinasi dua gangguan di sisi pembangkit.

"Pertama, force outage atau gangguan mendadak yang tidak direncanakan. Kedua, derating, yaitu penurunan kapasitas produksi secara sengaja," papar Kevin dalam keterangan yang dikutip dari akun Instagram resmi ITB, Senin, 15 Juni 2026.

Cadangan Batu Bara Menipis, Daya Pembangkit Diturunkan hingga 60 Persen

Menurut Kevin, penurunan kapasitas produksi ini bukan tanpa alasan. Operator pembangkit sengaja menurunkan daya hingga 60 persen lantaran cadangan batu bara atau minyak di lokasi mulai menipis. Keputusan ini diambil untuk menghindari risiko yang lebih besar.

"Jika dipaksa beroperasi 100 persen dan bahan bakar habis, PLTU butuh waktu hingga dua hari untuk menyala kembali. Itu akan membuat kondisi jauh lebih parah," jelas Kevin.

Dalam teori operasi sistem tenaga listrik, seharusnya ada cadangan daya yang cukup untuk menjaga kestabilan saat terjadi gangguan. Namun, ketika beban puncak melonjak sementara pasokan terbatas, pemadaman bergilir menjadi opsi terakhir. "Tujuannya mengurangi beban agar sistem tetap punya cadangan dan mencegah mati total (total blackout)," tambahnya.

El Nino Godzilla: Konsumsi Naik, Pasokan PLTA Merosot Tajam

Kevin memperingatkan bahwa krisis listrik ini bisa semakin memburuk jika fenomena El Nino Godzilla benar-benar datang. Kekeringan ekstrem yang dibawanya diprediksi memukul sistem kelistrikan dari dua sisi sekaligus.

Pertama, cuaca panas ekstrem akan mendorong penggunaan AC di rumah dan perkantoran melonjak drastis, sehingga konsumsi listrik naik signifikan. Kedua, debit air di waduk-waduk strategis seperti PLTA Cirata dan Saguling di Jawa Barat dipastikan menyusut tajam. Akibatnya, pasokan listrik dari pembangkit tenaga air justru turun di saat permintaan sedang tinggi-tingginya.

Kondisi ini membuat sistem kelistrikan Jawa menjadi rentan. Tanpa langkah antisipasi yang matang dari PLN selaku operator, bukan tidak mungkin pemadaman bergilir akan semakin sering terjadi dan meluas ke lebih banyak daerah.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top