Pemkot Padang Dapat Pendampingan Kemendikdasmen, Mutu Lembaga Kursus Bakal Dievaluasi Lewat Sistem Digital Mulai 2026

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 18:00:01 WIB
Pemkot Padang menerima pendampingan Kemendikdasmen untuk evaluasi mutu lembaga kursus melalui sistem digital mulai 2026.

PADANG — Direktur Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menyebut pendampingan ini merupakan bagian dari transformasi besar sistem penjaminan mutu pendidikan nonformal. Ia menjelaskan bahwa mulai tahun 2026, pelaksanaan SPMI dan evaluasi kinerja lembaga kursus akan menjadi tanggung jawab penuh pemerintah daerah.

Platform Digital Jadi Tulang Punggung Evaluasi

Proses evaluasi tersebut akan didukung oleh sistem digital terbaru, yaitu Sistem Penjaminan Mutu Terpadu Lembaga Kursus atau Si Permata. Melalui platform ini, setiap lembaga kursus dan pelatihan diwajibkan melakukan evaluasi diri secara berkala sebagai fondasi utama membangun budaya mutu.

"Pendampingan ini merupakan bagian dari transformasi besar sistem penjaminan mutu pendidikan nonformal yang kini diperkuat di tingkat daerah," kata Yaya Sutarya di Padang, Jumat.

Hasil Evaluasi Jadi Syarat Akreditasi

Yaya mengingatkan, hasil evaluasi kinerja melalui Si Permata akan menjadi syarat utama bagi lembaga kursus yang ingin mengajukan akreditasi. Proses akreditasi nantinya akan dilakukan melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) Pendidikan Nonformal yang baru dibentuk tahun ini.

Senada dengan itu, Kepala Subdirektorat Bina Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen Yohana Rumanda menambahkan, pendampingan SPMI dirancang untuk membekali lembaga dalam memetakan mutu, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program, hingga evaluasi berkelanjutan.

Wakil Wali Kota: Lulusan Harus Mampu Bersaing Global

"Melalui SPMI setiap lembaga diharapkan mampu membangun sistem penjaminan mutu yang mandiri dan berkelanjutan sehingga kualitas layanan pendidikan nonformal memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia kerja," ujar Yohana.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menilai penerapan SPMI merupakan langkah penting untuk memastikan layanan pendidikan dan pelatihan berjalan sesuai standar. Menurutnya, mutu lembaga kursus akan menentukan kualitas lulusan agar melahirkan generasi terampil, produktif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan.

Maigus menekankan, lembaga kursus memiliki peran strategis sebagai solusi jalur pendidikan nonformal yang adaptif dalam menekan angka pengangguran. Terlebih, potensi kerja di luar negeri bagi lulusan kursus tergolong besar.

"Peningkatan kualitas dan penjaminan mutu lembaga menjadi hal yang sangat krusial agar lulusan kita mampu bersaing di tingkat internasional," kata Maigus Nasir.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top