SUNGAI LIMAU — Zainal Efendi menempatkan tata kelola nagari yang jujur dan terbuka sebagai fondasi utama kepemimpinannya. “Pemerintahan nagari harus dibangun di atas prinsip kejujuran, transparansi dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Mantan Wali Korong ini meyakini kepercayaan publik hanya bisa tumbuh jika setiap kebijakan memberikan manfaat nyata bagi warga tanpa membeda-bedakan golongan. Visi yang ia usung: “Terwujud Nagari Maju, Aman, Religius, Sejahtera dan Mengemban Amanah Menjunjung Tinggi Adat Bersama Masyarakat.”
Di sektor ekonomi, calon nomor urut 3 itu berkomitmen mendorong sektor pertanian, perikanan, dan UMKM menjadi kekuatan baru nagari. Ia menargetkan sektor ini mampu meningkatkan pendapatan warga sekaligus membuka lapangan kerja bagi pemuda di kampung halaman.
Zainal telah dikenal luas melalui pengabdiannya sebagai Wali Korong dan sejumlah posisi strategis di organisasi kemasyarakatan tingkat nagari maupun kecamatan. Pengalaman itu, menurut dia, menjadi modal untuk memahami persoalan pembangunan, ekonomi, hingga pelayanan publik yang dihadapi masyarakat.
Di bidang sosial budaya, ia menekankan pentingnya menjaga adat istiadat sebagai identitas masyarakat Minangkabau. Semangat gotong royong, kata dia, harus dihidupkan kembali sebagai kekuatan utama nagari menghadapi tantangan zaman.
Program pendidikan, kegiatan keagamaan, dan layanan kesehatan juga masuk dalam agenda utamanya. “Generasi muda yang berilmu, masyarakat yang religius serta pelayanan kesehatan yang cepat dan ramah merupakan kunci untuk mewujudkan nagari yang lebih maju, bermartabat dan sejahtera,” ucap Zainal.
Pilwana Serentak di Padang Pariaman akan memilih wali nagari untuk periode 2026-2034. Di Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, nama Zainal Efendi menjadi salah satu figur yang menyita perhatian masyarakat setempat.