DANAU SINGKARAK — Bukan sekadar menonton dari tepi, para selebriti yang tergabung dalam program "Tanah Air Beta" Trans TV itu ikut turun langsung ke danau. Mereka memegang jala dan berusaha menangkap ikan bilih, salah satu ikan endemik yang hanya hidup di Danau Singkarak.
Dalam prosesnya, para selebriti ditemani oleh seorang pencari ikan bilih yang sudah bertahun-tahun menggeluti profesi tersebut. Mereka diajari cara melempar jala yang benar hingga menariknya kembali ke perahu.
"Hasil menjala ternyata cukup banyak," demikian keterangan yang diterima dari tim produksi. Ikan bilih yang berhasil dikumpulkan langsung disiapkan untuk dimasak.
Ikan bilih yang baru ditangkap memiliki cita rasa yang berbeda dibandingkan yang sudah didiamkan lama. Karena itu, momen menangkap dan memasak di lokasi yang sama menjadi pengalaman tersendiri bagi para selebriti.
Ikan bilih kemudian diolah menjadi beberapa kuliner khas Minangkabau. Olahan paling populer adalah ikan bilih goreng kering yang renyah, dimakan bersama sambal lado hijau dan nasi hangat.
Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan ikan endemik Danau Singkarak yang membentang di Kabupaten Solok dan Tanah Datar. Ikan ini menjadi salah satu ikon kuliner Sumatera Barat dan banyak dicari wisatawan.
Proses penangkapan ikan bilih biasanya dilakukan pada pagi atau sore hari menggunakan jala. Nelayan setempat menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan ini yang dijual dalam bentuk segar maupun olahan.
Kegiatan ini menawarkan konsep wisata petualangan yang menggabungkan pengalaman menangkap ikan langsung dengan belajar memasak kuliner lokal. Para selebriti yang ikut serta mengaku mendapat wawasan baru tentang kekayaan alam dan budaya Minangkabau.
Program seperti ini diharapkan bisa mempromosikan potensi wisata Danau Singkarak dan kuliner khas Sumatera Barat ke khalayak yang lebih luas. Terlebih, ikan bilih sendiri sudah dikenal sebagai salah satu oleh-oleh favorit dari ranah Minang.