PADANG — Silek lanyah bukan sekadar adu fisik. Di balik pelepah rotan yang diayunkan, tersimpan filosofi ketangkasan dan pengendalian diri yang diwariskan secara turun-temurun di ranah Minang. Para selebritas yang ambil bagian dalam program Tanah Air Beta Trans TV harus berhadapan langsung dengan lawan dalam arena terbuka, tanpa pelindung berarti selain keberanian dan insting.
Berbeda dengan pertarungan bebas, silek lanyah memiliki aturan main yang ketat. Setiap peserta dituntut untuk memukul dan menghindar secara simultan, menggunakan rotan sepanjang sekitar satu meter. Pukulan tidak boleh sembarangan—ada sasaran yang diperbolehkan dan area yang dilindungi. Ini yang membedakan silek lanyah dari tawuran jalanan: ada kode etik yang dijunjung.
Dalam tayangan itu, para peserta tidak hanya datang sebagai penonton. Mereka diminta langsung masuk ke arena, merasakan getaran rotan yang melesat di udara. "Dengan semangat mereka menerima tantangan bertanding silek lanyah ini," begitu penggalan narasi yang terekam dalam dokumentasi acara. Bagi sebagian besar artis, ini adalah pengalaman pertama bersentuhan langsung dengan seni bela diri asli Sumatera Barat yang jarang terekspos di televisi nasional.
Jika pencak silat lebih dikenal dengan gerakan tangan kosong dan jurus berirama, silek lanyah justru mengandalkan senjata rotan sebagai perpanjangan tangan. Gerakannya lebih cepat, sporadis, dan penuh kejutan. Di Sumatera Barat, silek lanyah kerap dipertunjukkan dalam acara adat atau festival budaya—bukan sebagai ajang balas dendam, melainkan hiburan yang menguji adrenalin.
Eksposur di televisi nasional membawa angin segar bagi pelestarian silek lanyah. Dengan ditonton jutaan pasang mata, tradisi ini berpotensi menjadi daya tarik wisata baru di Sumatera Barat. Beberapa sanggar silek di daerah Padang dan sekitarnya mulai kebanjiran permintaan latihan dari wisatawan yang penasaran. Namun, tantangan terbesar tetap sama: bagaimana menjaga keasliannya di tengah tekanan komersialisasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal tayang ulang atau rangkaian episode lanjutan dari program Tanah Air Beta Trans TV yang menyoroti silek lanyah. Masyarakat yang ingin menyaksikan langsung bisa mengunjungi sejumlah festival budaya di Sumatera Barat yang kerap menampilkan pertarungan ini secara gratis.