JAKARTA — Tekanan kembali menghantui bursa saham domestik pada awal sesi perdagangan hari ini. IHSG dibuka melemah 20,19 poin atau 0,33 persen, tepat di level 6.096,50.
Kondisi serupa dialami saham-saham berkapitalisasi besar. Indeks LQ45, barometer 45 emiten paling likuid, ikut terkoreksi 2,01 poin atau 0,34 persen ke posisi 597,19.
Pelemahan IHSG pada awal pekan ini dipicu tekanan dari eksternal. Pasar global masih dibayangi ketidakpastian suku bunga acuan Amerika Serikat dan perlambatan ekonomi China, membuat investor cenderung wait and see.
Investor domestik juga mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang fluktuatif terhadap dolar AS. Kondisi ini kerap memicu aksi ambil untung jangka pendek di bursa saham.
Data perdagangan sebelumnya mencatat, IHSG sempat bertahan di level psikologis 6.100-an sebelum akhirnya terkoreksi. Level 6.000 menjadi support utama yang diantisipasi pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan.
Para analis merekomendasikan investor mencermati data inflasi domestik dan kebijakan Bank Indonesia pekan ini. Keputusan suku bunga acuan bisa menjadi katalis yang menggerakkan indeks kembali ke zona hijau.
Meski demikian, tekanan jual masih mendominasi pada sesi awal. Pelaku pasar disarankan tidak terburu-buru melakukan aksi beli sebelum ada sinyal pembalikan arah yang jelas.