BATUSANGKAR — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan masa depan yang mampu mendorong pariwisata dan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan pembukaan Festival Minangkabau 2026 di dua lokasi utama di Tanah Datar: Istano Basa Pagaruyung dan Lapangan Cindua Mato.
Masuknya Festival Minangkabau dalam Karisma Event Nusantara (KEN) untuk keenam kalinya menjadi bukti bahwa pengelolaan event budaya secara profesional mampu mendongkrak promosi daerah. Menurut Mahyeldi, keberhasilan ini juga berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat.
"UMKM bergerak, usaha kuliner terjual, penginapan terisi, transportasi hidup, dan anak nagari memperoleh ruang untuk berkarya," ujar Gubernur dalam sambutannya.
Festival tahun ini menampilkan belasan atraksi budaya, mulai dari pawai budaya, tari tradisional, arak-arakan jamba, hingga makan bajamba. Tak ketinggalan, permainan anak nagari tempo dulu, pameran benda pusaka, desa wisata, produk UMKM, dan pertunjukan seni budaya turut memeriahkan acara.
Mahyeldi menyebut ragam atraksi itu menunjukkan budaya Minangkabau adalah budaya yang hidup dan terus relevan menjawab tantangan zaman. "Pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Gubernur mengungkapkan bahwa sektor pariwisata berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat. Pada triwulan pertama 2026, ekonomi daerah tumbuh 5,02 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara menjadi salah satu faktor pendorongnya.
Pemprov Sumbar juga terus mengoptimalkan promosi digital melalui kolaborasi dengan para influencer untuk memperkenalkan destinasi dan agenda budaya ke tingkat nasional maupun internasional.
Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kementerian Pariwisata, Nova Arisne, yang mewakili Menteri Pariwisata RI, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan festival ini. Menurutnya, Festival Minangkabau menjadi momentum penting untuk memperkuat kebangkitan pariwisata Sumbar sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Minangkabau sebagai daya tarik wisata berdaya saing global.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, juga menegaskan bahwa festival ini merupakan sarana strategis untuk menjaga identitas budaya sekaligus mendorong ekonomi kerakyatan di Luhak Nan Tuo.