Pemkot Sawahlunto dan BPOM Sijunjung Perkuat Pengawasan Pangan hingga ke Kantin Sekolah dan Dapur Rumah Tangga

Penulis: Ridwan Azhari  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 15:43:01 WIB
Sekda Sawahlunto menegaskan keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.

SAWAHLUNTO — Pemerintah Kota Sawahlunto menegaskan bahwa urusan keamanan pangan tidak bisa hanya dibebankan pada satu instansi. Dalam forum evaluasi yang dihadiri unsur Forkopimda, camat, lurah, perwakilan sekolah, pelaku UMKM, hingga komunitas masyarakat itu, Sekda Rovanly Abdams menyebut keamanan pangan sebagai tanggung jawab bersama.

"Ini bukan sekadar forum laporan. Ini momentum untuk menyamakan langkah antara Pemerintah Daerah, BPOM, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Rovanly dalam sambutannya, Senin (29/6/2026).

Pendekatan Berbasis Komunitas Jadi Andalan

Alih-alih hanya mengandalkan inspeksi dari atas, Pemkot Sawahlunto memilih memperkuat pendekatan berbasis komunitas. Sekda merinci, edukasi tidak berhenti di kantor kelurahan, melainkan menyasar kantin sekolah, pasar tradisional, hingga dapur rumah tangga.

"Kami melibatkan sekolah, perangkat pemerintah, hingga kelompok masyarakat dalam edukasi, pendampingan, dan pengawasan keamanan pangan," kata Rovanly.

Pendampingan khusus diberikan kepada pelaku UMKM pangan agar memahami cara produksi, pengemasan, dan pelabelan yang sesuai standar. Langkah ini dinilai krusial karena sebagian besar pelaku usaha kecil belum sepenuhnya sadar akan regulasi pangan.

Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Tekan Risiko Keracunan

Dalam paparannya, Sekda menekankan bahwa kesadaran warga menjadi garda terdepan. Ketika masyarakat mampu memilih bahan pangan yang baik, mengolah dengan benar, dan menyimpan secara tepat, risiko keracunan dan penyakit akibat pangan bisa ditekan sejak awal.

"Kami ingin masyarakat Sawahlunto lebih cerdas dan mandiri dalam urusan pangan keluarga. Karena pangan yang aman adalah fondasi kesehatan dan produktivitas," tegasnya.

Pemkot optimistis, dengan kolaborasi ini, informasi tentang pangan aman, tidak kadaluwarsa, dan bebas bahan berbahaya akan lebih cepat tersebar hingga ke tingkat RT dan lingkungan terkecil. Pemerintah daerah bersama BPOM juga menyiapkan agenda pelatihan kader keamanan pangan, inspeksi rutin, dan kampanye masif di sekolah serta ruang publik.

Target: Tak Ada Pangan Berbahaya Beredar di Sawahlunto

Ke depan, kerja sama antara Pemkot, BPOM, dunia pendidikan, dan komunitas akan terus diperkuat. Rovanly menargetkan setiap pangan yang beredar dan dikonsumsi di Sawahlunto benar-benar aman, sehat, dan bermutu.

"Dengan sinergi yang berkelanjutan, kami menargetkan setiap pangan yang beredar dan dikonsumsi di Sawahlunto benar-benar aman, sehat, dan bermutu," tutupnya.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: suarapancasila.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top