BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Sumatera Barat, Status Siaga untuk Solok Selatan pada 5 Juli 2026

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 11:40:31 WIB
BMKG Minangkabau mengeluarkan peringatan dini hujan lebat di Sumatera Barat mulai 3 Juli 2026.

PADANG — BMKG Minangkabau memproyeksikan peningkatan signifikan curah hujan di sejumlah wilayah Sumatera Barat pada 3 hingga 5 Juli 2026. Peringatan dini ini tidak hanya sekadar imbauan biasa; pada puncaknya, Minggu (5/7/2026), BMKG menetapkan status siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Kabupaten Solok Selatan.

Kondisi ini membutuhkan kewaspadaan ekstra, terutama bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan, bantaran sungai, atau wilayah dengan drainase buruk. Prakiraan cuaca ini dirilis untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Wilayah Mana Saja yang Paling Berpotensi Terkena Dampak?

Pada Jumat (3/7/2026), hujan sedang hingga lebat diperkirakan mulai turun pada siang hingga sore hari. BMKG menyebutkan daerah-daerah seperti Lima Puluh Kota, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya harus waspada. Memasuki Sabtu (4/7/2026), potensi hujan meluas ke Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Payakumbuh, dan sekitarnya.

Puncak peringatan terjadi pada Minggu (5/7/2026). Selain Solok Selatan yang berstatus siaga, hujan lebat juga diprediksi mengguyur Pasaman Barat, Pasaman, Kabupaten Solok, Agam, Tanah Datar, hingga Kota Padang dan Padang Pariaman. BMKG bahkan mencatat cakupan wilayah yang lebih luas pada malam harinya.

Mengapa Status Siaga Dikeluarkan untuk Solok Selatan?

Penetapan status siaga oleh BMKG menandakan potensi hujan dengan intensitas sangat lebat yang dapat memicu bencana sekunder seperti banjir bandang atau tanah longsor. Daerah Solok Selatan yang memiliki topografi berbukit dan lembah menjadi sangat rentan jika diguyur hujan ekstrem dalam durasi panjang.

Masyarakat di daerah tersebut diimbau untuk memantau informasi cuaca secara berkala dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah jika kondisi sudah tidak memungkinkan. Pemerintah daerah setempat juga diharapkan sudah menyiagakan personel dan peralatan kebencanaan.

Prakiraan Cuaca Harian dan Suhu Udara

Selama periode tiga hari tersebut, suhu udara di Sumatera Barat diprakirakan berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara cukup tinggi, mencapai 65 hingga 98 persen, yang menjadi salah satu pemicu terbentuknya awan hujan konvektif.

Angin umumnya bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan bervariasi antara 4 hingga 28 kilometer per jam. Masyarakat, khususnya nelayan atau pelaku transportasi laut di perairan Kepulauan Mentawai, juga diminta waspada terhadap peningkatan kecepatan angin yang bisa memicu gelombang tinggi.

Apa yang Harus Dilakukan Warga?

BMKG mengimbau warga untuk tidak panik namun tetap waspada. Beberapa langkah antisipasi yang bisa dilakukan antara lain membersihkan saluran air di sekitar rumah, memangkas ranting pohon yang rapuh, dan menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting serta kebutuhan dasar.

Bagi yang tinggal di lereng bukit atau tepi sungai, disarankan untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman jika intensitas hujan sudah sangat tinggi. Informasi resmi dan terkini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG atau aplikasi Info BMKG.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: langgam.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top