SUMATERA BARAT — Google diam-diam menaikkan harga TV Streamer dari US$ 100 (sekitar Rp 1,65 juta) menjadi US$ 150 (sekitar Rp 2,47 juta). Perubahan harga ini terpantau di Google Store dan pengecer seperti Best Buy, sementara Amazon masih membanderol perangkat tersebut di harga lama per hari ini.
Kenaikan harga ini cukup mengejutkan karena perangkat yang dirilis pada 2024 lalu itu sebenarnya sudah lebih mahal dua kali lipat dibanding pendahulunya, Chromecast 4K.
Harga Baru dan Opsi Pembelian yang Masih Murah
Buat kamu yang kebetulan sedang incar TV Streamer, saat ini masih ada celah untuk mendapatkannya di harga lama. Amazon masih menjual perangkat ini seharga US$ 100, tapi sangat mungkin harga tersebut ikut disesuaikan dalam waktu dekat.
Di Indonesia sendiri, TV Streamer belum masuk kanal resmi Google. Kamu yang tertarik biasanya harus memesan lewat jasa titip atau impor pribadi, jadi hitungan biaya akhirnya akan lebih tinggi dari harga dasar perangkat.
Mengapa Harga Naik di Tengah Sepi Pengumuman?
Google tidak memberikan penjelasan resmi soal kenaikan ini. Namun, pola yang sama terjadi di berbagai perangkat elektronik akhir-akhir ini: harga RAM global melonjak karena perusahaan AI besar memborong pasokan chip memori dunia.
Produsen perangkat jadi kesulitan mendapatkan kapasitas RAM untuk produk konsumen, dan ongkos produksi pun ikut naik. Perubahan harga yang terjadi tanpa pemberitahuan ini diduga kuat merupakan imbas dari kondisi tersebut.
Spesifikasi yang Ditawarkan TV Streamer
Meski harganya kini melonjak, TV Streamer tetap menjadi salah satu perangkat streaming all-in-one terbaik untuk 2026 menurut pengujian Engadget. Perangkat ini dibekali spesifikasi yang jauh di atas generasi Chromecast sebelumnya:
- RAM 4 GB dan penyimpanan internal 32 GB
- Dukungan output 4K pada 60 fps
- Kompatibel dengan HDR, HDR10, HDR10+, dan Dolby Vision
- Dukungan audio Dolby Digital dan Dolby Atmos
- Fitur spatial audio untuk Pixel Buds Pro
Performa dan Keunggulan Dibanding Chromecast
Dalam pengujian, TV Streamer berjalan lebih cepat dan responsif dibanding model Chromecast mana pun. Penambahan RAM dan storage yang signifikan membuat perangkat ini lebih lega untuk multitasking dan menyimpan aplikasi streaming.
Perangkat ini juga menjadi pengganti resmi lini Chromecast yang dihentikan Google, dengan posisi harga yang naik drastis sejak awal peluncurannya.
Kenaikan harga 50 persen ini tentu menimbulkan pertanyaan menarik: apakah masih layak beli di US$ 150? Untuk pengguna yang butuh perangkat streaming ringkas dengan dukungan format gambar dan audio terlengkap, TV Streamer tetap masuk akal. Namun, jika prioritas utamamu adalah harga, menunggu stok lama di Amazon habis atau mempertimbangkan alternatif lain bisa jadi pilihan yang lebih bijak.