PADANG — Pemerintah pusat mempercepat realisasi hunian tetap bagi warga Kota Padang yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana hidrometeorologi. Kementerian PKP akan memulai konstruksi 183 unit pada Agustus 2026, dengan target penyelesaian di tahun berikutnya.
Kota Padang tercatat membutuhkan total 523 unit huntap untuk memulihkan kondisi warga terdampak. Dari jumlah tersebut, tahap pertama yang dikerjakan mencakup 183 unit. Sisanya akan dibangun secara bertahap.
Foto udara yang dirilis ANTARA, Selasa (7/7/2026), menunjukkan kawasan huntap yang telah rampung di Kampung Talang, Kecamatan Pauh. Kawasan itu menjadi salah satu lokasi yang sudah selesai dibangun sebelumnya.
Belum ada rincian resmi mengenai sebaran lokasi 183 unit baru yang akan dikerjakan. Namun, pemerintah memastikan pembangunan akan diprioritaskan di wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi akibat bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa bulan terakhir.
Kementerian PKP menargetkan agar seluruh proses konstruksi rampung pada 2027. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi para korban yang masih tinggal di tempat pengungsian atau hunian sementara.
Meski angka pasti anggaran belum diumumkan, pembangunan huntap ini menggunakan skema dari Kementerian PKP. Pemerintah daerah bertugas menyiapkan lahan dan memfasilitasi kebutuhan administrasi warga penerima.
Warga yang memenuhi syarat akan mendapatkan unit hunian secara gratis. Pemerintah berharap proses ini selesai tepat waktu agar tidak ada lagi warga yang tinggal di lokasi rawan bencana.