Gubernur Sumbar Mahyeldi Apresiasi Guru yang Ikuti Workshop HOTS di Bukittinggi Saat Libur Sekolah, Serahkan Bantuan Laptop dan Beasiswa

Penulis: Fadhli Usman  •  Senin, 13 Juli 2026 | 22:45:50 WIB
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membuka workshop peningkatan kapasitas tenaga pendidik di SMAN 2 Bukittinggi.

BUKITTINGGI — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru menjadi kunci utama dalam melahirkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan masa depan. Hal itu disampaikannya saat membuka workshop peningkatan kapasitas tenaga pendidik yang digelar di SMAN 2 Bukittinggi.

Menurut Mahyeldi, kualitas pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada peserta didik. Guru memiliki peran sentral dalam membimbing proses belajar sekaligus mengembangkan seluruh potensi anak.

"Terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu guru yang telah meluangkan waktu liburnya untuk hadir. Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi ikhtiar bersama menyiapkan masa depan bangsa," ujar Mahyeldi di hadapan para peserta.

Guru Miliki Umur Panjang Berkat Ilmu Bermanfaat

Dalam sambutannya, Mahyeldi menyebut profesi guru sebagai pekerjaan dengan nilai pengabdian tinggi. Ia menekankan bahwa ilmu yang diberikan seorang pendidik akan terus mengalir manfaatnya sepanjang hayat.

"Siapa yang memiliki ilmu yang bermanfaat? Itu guru. Ilmu yang bermanfaat tidak akan pernah terputus. Karena itu saya melihat guru memiliki umur yang panjang, sebab ilmunya terus hidup dan doa murid-muridnya terus mengalir," ungkapnya.

Mahyeldi juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu program andalan yang tengah diperjuangkan adalah menghadirkan asrama di seluruh SMA dan SMK di Sumbar untuk memperkuat pembinaan karakter peserta didik.

HOTS Bukan Sekadar Soal Lulus, Tapi Siapkan Masa Depan

Presiden Minang Diaspora Network-Global (MDN-G), Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D., yang hadir sebagai narasumber menekankan urgensi kemampuan berpikir tingkat tinggi di tengah perubahan global yang sangat cepat. Menurutnya, peran guru kini jauh lebih luas dari sekadar menyampaikan materi pelajaran.

"Pertanyaannya bukan lagi apakah kita hanya meluluskan siswa, tetapi apakah kita menyiapkan mereka menghadapi masa depan. Lebih dari separuh pekerjaan yang akan mereka hadapi nanti bahkan belum kita kenal hari ini," ujar Fasli.

Ia menambahkan, ruang belajar harus menjadi tempat yang aman bagi peserta didik untuk menyampaikan pendapat, mencoba hal baru, mengalami kegagalan, lalu bangkit kembali. Semakin sering anak bangkit dari kegagalan, semakin kuat karakter dan ketangguhannya.

Bantuan Laptop dan Beasiswa untuk Guru dan Siswa

Menutup rangkaian kegiatan, Mahyeldi menyerahkan bantuan laptop kepada pihak SMAN 2 Bukittinggi. Bersama para narasumber, ia juga memberikan beasiswa kepada sejumlah peserta sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Acara kemudian ditutup dengan peluncuran produk Paragon SMAN 2 Bukittinggi yang ditandai dengan prosesi pemotongan pita. Workshop ini menjadi bagian dari upaya sistematis meningkatkan profesionalisme guru di Sumatera Barat melalui penerapan pembelajaran berbasis HOTS yang mendorong kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan berkarakter.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: sumbardaily.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top