PADANG PANJANG — Wali Kota Hendri Arnis mengakui kerusakan Jalan Lingkar Selatan akibat longsor menjadi persoalan yang belum tertangani. Tiga titik longsor menyebabkan ruas jalan sepanjang sekitar 2,5 kilometer terputus total.
"Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah. Namun hingga saat ini belum tersedia anggaran yang memadai untuk penanganannya," ujar Hendri dalam audiensi tersebut.
Hendri menyebut pihaknya terus mengupayakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Di sisi lain, pemkot juga menyiapkan langkah agar penanganan longsor bisa dianggarkan melalui APBD 2027.
Audiensi itu sengaja digelar di malam hari agar warga, terutama yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian, bisa hadir tanpa mengganggu aktivitas siang mereka. "Komunikasi langsung menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan," kata Hendri.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan berbagai usulan. Mulai dari perbaikan jalan, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), pembangunan jalan usaha tani, perbaikan jaringan irigasi, hingga pengembangan destinasi wisata sungai. Tak hanya itu, warga juga meminta penataan Taman Lingkar Selatan dan evaluasi penerapan sistem satu arah (one way) di kawasan Pasar Pusat.
Menanggapi puluhan usulan itu, Hendri menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut pemerintah sesuai kewenangan yang ada. "Kami ingin memastikan setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," tuturnya.
Audiensi yang berlangsung secara terbuka itu turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan lurah setempat.
Pemerintah Kota Padang Panjang berkomitmen terus membuka ruang dialog dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang partisipatif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.