BMKG Peringatkan Potensi Asap Kabut di Kota Padang pada Kamis, Udara Kabur Juga Landa Pekanbaru dan Merauke

Penulis: Muzakir Salim  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 15:17:01 WIB
BMKG memprakirakan asap kabut melanda Kota Padang serta udara kabur menyelimuti Pekanbaru dan Merauke pada Kamis.

PADANG — Kota Padang menjadi satu dari tiga kota di Indonesia yang diprakirakan BMKG mengalami gangguan jarak pandang akibat fenomena asap kabut pada Kamis. Dua kota lainnya yang masuk kategori serupa adalah Pekanbaru dan Merauke, yang diperkirakan mengalami udara kabur.

Prakirawan BMKG Ranika Dwi A menjelaskan, dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh terbentuknya daerah perlambatan angin (konvergensi) di sejumlah wilayah. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilalui.

Apa Perbedaan Asap Kabut dan Udara Kabur?

Dalam rilis resmi BMKG yang diikuti dari Jakarta, Kamis, asap kabut (smog) di Padang berbeda dengan udara kabur (haze) yang diprakirakan terjadi di Pekanbaru dan Merauke. Asap kabut umumnya mengandung partikel polutan yang lebih pekat dan bisa berdampak langsung pada kesehatan pernapasan warga.

Sementara itu, untuk wilayah lain di Sumatera seperti Banda Aceh, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Pangkal Pinang, BMKG memprakirakan cuaca cerah berawan hingga berawan tebal tanpa gangguan kabut.

Wilayah Lain: Waspada Hujan Ringan

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan ringan di sejumlah kota, termasuk Medan, Tanjung Pinang, Pontianak, Tanjung Selor, Banjarmasin, Mamuju, Palu, Manokwari, dan Nabire. Hujan diprakirakan terjadi akibat pertemuan angin (konfluensi) yang terpantau di beberapa titik, seperti Selat Malaka bagian utara hingga Samudra Pasifik.

“Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilalui,” ujar Ranika Dwi A dalam siaran resminya.

Imbauan BMKG untuk Warga Padang

BMKG mengimbau masyarakat Kota Padang untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. Langkah ini penting guna mengantisipasi potensi perubahan kondisi cuaca, terutama jika asap kabut mulai mengganggu aktivitas harian dan jarak pandang di jalan raya.

Bagi warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, BMKG menyarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika asap kabut mulai terlihat pekat.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top