PADANG — KAI Divre II Sumbar tidak hanya mengandalkan sosialisasi di sekolah-sekolah, tetapi juga melakukan tindakan tegas di lapangan. Penutupan perlintasan sebidang yang tidak memenuhi ketentuan menjadi prioritas utama untuk meminimalkan risiko kecelakaan yang sering terjadi akibat kelalaian pengguna jalan.
Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan bahwa keselamatan di perlintasan adalah tanggung jawab bersama. Pihaknya secara konsisten mendatangi sekolah-sekolah di sekitar jalur rel untuk memberikan pemahaman tentang bahaya beraktivitas di jalur kereta api dan tata cara melintas yang aman.
“Kepatuhan terhadap aturan dan meningkatnya kesadaran masyarakat merupakan kunci utama dalam menekan potensi kecelakaan di perlintasan,” ujar Reza dalam keterangan resmi yang diterima di Padang, pekan lalu.
Selain edukasi, KAI juga memasang banner keselamatan di titik-titik yang memiliki potensi risiko tinggi. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan sosialisasi di perlintasan resmi, baik yang dijaga maupun tidak dijaga.
Sebagai bagian dari upaya membangun hubungan harmonis, KAI Divre II Sumbar menyalurkan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai total Rp72.850.000. Bantuan berupa sarana olahraga, ibadah, dan kebersihan diberikan kepada sejumlah lokasi di Sumatera Barat.
Penerima bantuan meliputi Gereja Katholik Kristus Bangkit Pasar Usang (speaker indoor), Jorong Semua Talao Mundam Batang Anai, Kantor Lurah Jalan Kereta Api Kota Pariaman, Nagari Kapalo Hilalang, dan Pos Pemuda Pampangan RW 01. Mereka menerima mesin potong rumput serta alat semprot pertanian.
Desa Cimparuh Kota Pariaman mendapat mesin potong rumput dan tong sampah. SSB Sungai Abang Lubuk Alung menerima sarana sepak bola, sedangkan Masjid Hidayah Sungai Buluh Batang Anai memperoleh bantuan sarana ibadah.
Ketua Kelompok Masyarakat Pemuda Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Boy, menyampaikan apresiasi atas perhatian KAI. Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk kegiatan lingkungan dan menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap warga sekitar rel.
“Kami siap mendukung upaya KAI dalam membangun budaya keselamatan karena keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Boy.
Melalui sinergi antara operator, pemerintah, dan masyarakat, KAI Divre II Sumbar optimistis budaya keselamatan di perlintasan sebidang akan terus tumbuh. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan perjalanan kereta api yang semakin selamat, aman, dan andal bagi seluruh pelanggan maupun masyarakat pengguna jalan.