AGAM — Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin menegaskan negara hadir untuk setiap warganya yang menjadi korban kejahatan di luar negeri. Termasuk Ayu Elsih, WNI asal Agam yang disekap di Myanmar.
"Tentunya pemerintah akan konsen membantu siapa pun mereka. Apa pun agamanya, pemerintah akan berupaya membantu. Negara hadir," kata Solihin, Jumat (17/7/2026).
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumbar, Jupriyadi, mengungkapkan bahwa Ayu Elsih diketahui mengurus paspor di Kantor Imigrasi Tangerang. Setelah itu, ia berangkat melalui Malaysia dan Thailand sebelum akhirnya masuk ke Myanmar.
"Keberangkatan kedua korban dilakukan melalui jalur nonprosedural yang kerap dimanfaatkan jaringan perekrut ilegal untuk membawa calon pekerja migran," ujar Jupriyadi.
Kasus ini mencuat setelah video permintaan pertolongan dari para korban beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak Ayu Elsih berada di dalam ruangan dengan kondisi tangan diikat.
BP3MI Sumbar telah menindaklanjuti kasus ini dengan berkoordinasi bersama pemerintah pusat. Surat resmi segera dikirimkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon untuk mempercepat proses penanganan.
Wakapolda menjelaskan, proses penyelamatan WNI di Myanmar memerlukan koordinasi lintas instansi karena menyangkut yurisdiksi di luar negeri.
"Polisi memiliki kepentingan melalui kerja sama dengan Interpol. Nanti ada kementerian dan lembaga terkait yang juga menangani. Intinya pemerintah akan mengupayakan bantuan kepada seluruh WNI yang menjadi korban," tegas Solihin.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam untuk memastikan data dan identitas korban, sekaligus menyiapkan langkah pemulangan jika situasi memungkinkan.